Saturday, November 9, 2013

And I am now in...


Posting from Hamburg, Deutschland.

Wow.

Akhirnya nyampe juga ke sini. Seperti yang dibilang di post sebelumnya, saya menunggu sebuah 'kegiatan' yang akan berlangsung sekitar 8-9 bulan. Said kegiatan adalah program pertukaran pelajar (dari AFS/Bina Antarbudaya) dan kebetulan (atau nggak?), saya ditempatkan di Jerman dan dapat kota di Hamburg. Setelah total perjalanan 20+ jam dari Indonesia, nyampe juga dengan badan utuh di negara ini. Kya.

Dan kesan pertama tetaplah 1.) "Njir, dingin juga, ya." dan 2.) Titans. Titans everywhere.

#hoi

Anyways, I will be looking forward to stuff that will happen in the near future! Semoga saya bisa belajar dan meng-experience banyak hal nanti di Jerman, whoo.

Wednesday, October 16, 2013

Temporary NEET?

Yes—I am now a (hopefully) temporary NEET, alias Not in Education, Employed, or Training. Sekolah sudah selesai, belum bisa kuliah karena menunggu sesuatu ('sesuatu' itu juga akan dilaksanakan selama kurang-lebih 8-9 bulan dan akan dibocorin sebentar lagi), dan waktu untuk nyari kerjaan ataupun magang ke suatu tempat juga mepet sekali. Alhasil, nganggur banget di rumah. Dari dulu kepengen tahu hidup jadi NEET itu gimana, dan sekarang akhirnya bisa ngerasain juga. How does it feel?

Well, mixed feelings juga, sih.

Di satu sisi lepas dari beberapa kewajiban dan rasanya plong, kecuali kalo mendadak lupa ada PR les yang harus dikumpulin keesokan harinya #... Waktu luang juga buanyak sekali, dan jauh lebih banyak dari waktu homeschooling dulu. Untungnya (?) sih, akhir tahun ini deretan convention banyak sekali, jadi selain switch shop-a-holic nyala, jadi termotivasi juga ngeliat karya-karya orang lain.


So, sepertinya dari tengah bulan lalu sampai sekarang, saya fokus ke 'getting the hell out of my comfort zone in drawing'. Hasilnya, menurut saya, efektif banget, secara saya ini notorious dan sering diasosiasikan dengan kata 'mager' dan/atau 'malas'. Jadi nemu hal-hal yang baru dan berhasil eksperimen juga, dan karena itu pula "akhirnya kesampean nyoba X" bisa diucapkan. Asik.

Selanjutnya? Lanjut, dong. Masih banyak hal yang pengen dilakukan, yang pengen dicapai, tancap gas, gan. Lanjuut.

(Tapi jangan lanjut jadi NEET. Serius, nganggur kayak gini bosen juga, ya. Pengen ngapaiiin, gitu. Semoga 'sesuatu' itu cepat terjadi, deh. Nanti diceritain di sini kok.)

Wednesday, August 28, 2013

Change 2.0??


Dari dulu pengen nyoba warnain rambut dan akhirnya kesampean juga, hahah. Kirain ribet, ternyata hair dye yang saya pakai ini sangat ridiculously easy sampe saking skeptisnya, waktu saya bilas rambut, saya teriak sendirian di depan kaca kamar mandi: "LHO BERUBAH BENERAN HAHAHAAH—"#maafkandaku #maklumbarupertamakalinyoba

Terus setelah berhari-hari mencari nama warnanya—saya masih belum nemu warna pastinya apa. Paling deket sih burgundy tua, cuman kayaknya nggak semerah itu. Jadi ini rambut tuh... campuran coklat/merah tua/ungu/hitam. Kalau di dalam ruangan jadinya hitam, tapi ada hint-hint ungu dan merah tua. Kalau di bawah sinar matahari, kelihatannya coklat tua kemerahan + ungu dikit. Nah, lho.

Iya gado-gado ya, tapi jadinya imo memuaskan. Kapan-kapan coba lagi ah pake warna lain yang mirip-mirip merah begini.

Tuesday, July 9, 2013

GJUI 2013, Comifuro, dan Debut Para Bajak Laut

Tahun lalu saya datang ke GJUI sebagai pengunjung dan tukang belanja. Tahun ini, saya datang sebagai partisipan comifuro dan..... tukang belanja. Masih. Kayaknya kata 'belanja' itu nggak bisa lepas dari seorang Asa, ya. Untung tahun ini teman baik dan bro satu stand saya yang bernama Mino berbaik hati untuk membelikan saya barangnya dahulu. Kalau nggak, gimana cara ini bakal kelewatan banyak sekali barang bagus?

Sebenarnya ini cerita berawal dari tiga bulan yang lalu saat pendaftaran Comifuro alias Comic Frontier baru dibuka. Art circle kami, Pirates of the Irregular Table, sudah ada sejak lama, tapi sampai sekarang masih stagnan-stagnan saja. Makanya kami ingin mencoba sesuatu yang baru, sampai akhirnya kita mengumpulkan nyali untuk mengisi formulir dan daftar Comifuro 2. Wah. Pertama kali ikut convention dan langsung Comifuro.

Panik? Pasti.

Hal-hal yang terjadi sewaktu kita mempersiapkan Comifuro ini tentunya banyak sekali. Mulai dari planning ngerjain doujin bareng Aoi di rumah Hikari yang selalu berakhir jadi sesi ngebo bersama, mengerjakan postcard dan toning doujin di tengah-tengah lautan latihan soal dan ujian (paket C HAHAH ujian terakhir lulus SMA dan saya malah ngerjain beginian orz), nggak tidur bareng beberapa member untuk mempersiapkan ini-itu, wah sekali pengalamannya. Salut banget sama circle-circle yang udah rajin tabling. Jadi begini, toh, penderitaan mereka.

Namun, jerih payah kita akhirnya terbayar. Mungkin nggak semenarik yang lain, tapi rasanya bahagia banget waktu ngeliat stand kita sudah selesai diatur dan siap untuk melakukan penjualan. Rada nyesel sih nggak bawa kamera DSLR, tapi setidaknya sudah bisa diabadikan dengan difoto pakai kamera iPod (yang sebenernya kualitas sampah banget orz).

Pirates of the Irregular Table, siap berlayar!

Lucunya—bentuk meja kita ini nyambung sama nama circle. Meja stand lain itu lurus semua, sedangkan punya kami miring sendiri. Bener-bener Pirates of the Irregular Table, hahah. Barang-barang yang kita jual mulai dari doujinshi (Kuroko no Basket. Genre-nya komedi dan saya juga heran kenapa ide cerita kita bisa senista ini...), berbagai macam prints, postcard, sampai kaos! Hahah, kalo kaos itu ide saya. Sebuah impian masa kecil jualan kaos, sebenarnya, tapi itu mah cerita lain.

Beneran nggak nyangka, ya ampun TuT

Yang paling bikin kaget adalah doujinshi kami berhasil sold out! Heran sekaligus terharu. Terima kasih banyak kepada para pembeli yang telah membeli doujin kita yang waktu masa pembuatannya sudah kami anggap seperti ngelahirin anak sendiri (...). Pokoknya luar biasa kalian semua. Kami akan tetap semangat untuk membuat doujinshi lagi di kemudian hari /o/

Lalu ada lagi pengalaman yang unik, yaitu saya menyanyi di depan umum HAHAHAH. Dulu pernah ikut pandus dan sempat pentas di depan orang tua murid di sekolah, tapi feeling-nya beda banget. Kalau di pandus saya harus pakai falcetto dan bernyanyi bersama teman-teman, kali ini saya sendirian dan mutusin urat malu untuk nyanyi lagu screamo. Belum lagi saya menjadi penutup untuk ajang utattemita ini. Entah gimana ceritanya yang tadinya saya hanya mau menonton acara menyanyi lalu tiba-tiba jadi nyamperin panitia dan nyodorin iPod buat daftarin lagu Escapes-nya Draw the Emotional atas nama Asa, terus sampai di panggung dan mulai nyanyi. Astaga. Saya hanya berharap para penonton di situ terhibur dengan performance dadakan saya sobs.

Nah, sayangnya karena saya kebanyakan jaga stand, jadi saya hampir gak kemana-mana kecuali di area gedung Comifuro itu. Makanya, mungkin karena itu saya juga jadi banyak belanja dan keliling-keliling stand orang. Saya senang di sana bisa menambah kenalan fellow artist, bahkan juga fellow musisi dan penyuka band Foreground Eclipse (plis banget lah ini harus disebut). Puas banget deh hari itu. Belanjanya pun juga puas—dan saya heran kenapa keluar duitnya nggak separah biasa dan... kenapa jadi (hampir) 50% Eva begini...

Loot tahun ini; Mulai dari doujinshi, print, bookmark, sampai CD arrange Touhou.

Oh iya—setelah Comifuro, saya pengen keysmash karena mengetahui eksistensi CD arrange Touhou di Indonesia. Senang banget, karena saya paling doyan sama yang beginian dan gak nyangka akhirnya ada juga arranger dari Indonesia, hahah. Sebenarnya sudah planning mau membuat band arrange Touhou sendiri yang bergenre rock/metal juga, sih. Sayangnya karena tahun ini lagi ada ujian, saya tidak jadi mengeluarkan demo CD (yang ini masih genre akustik) karena masih kurang beberapa lagu. Mungkin untuk tahun depan, Pirates of the Irregular Table bisa buka booth lagi di Comifuro 3 dengan doujinshi yang lebih asik dan juga CD arrange Touhou yang sudah benar-benar nge-rock/metal!! ;u;

Saturday, May 11, 2013

Si Kecil Penguras Duit

Bertahun-tahun yang lalu—sepertinya waktu saya masih duduk di bangku SMP—saya mulai tertarik dengan dunia figurin berkat membaca beberapa anime blog dan akhirnya mulai ingin mengoleksinya. Beruntung sekali pada saat itu, saya ingat ayah saya sedang bertugas ke Hong Kong selama hampir sebulan, makanya saya pun langsung menitip banyak sekali hal kepada beliau yaaang pastinya berupa figurin. Karena dulu belum se-hard core itu, maka saya hanya menitip figur-figur yang berhubungan dengan fandom saya atau yang character design-nya saya suka (walaupun belum pernah menonton anime/baca manga/main game-nya).

"BELAJAR SANA!!" Haruhi kena instagram ihiy (...)

Inget banget, figurin pertama yang saya mau adalah nendoroid Suzumiya Haruhi dan juga figurin 1/8-nya keluaran Max Factory. Posenya bersemangat dan saya suka desainnya, makanya saya pun langsung menitip. Alhamdulillah, dapatlah dua figur itu dan dari situ mulailah saya ingin mengoleksi lebih banyak lagi. Punit Collection Alicia Florence (Aria), Figma Shana (Shakugan no Shana) dari maxfactory juga, lalu juga set trading figure Fullmetal Alchemist.

Cuman karena saat itu kondisi finansial saya sama sekali nggak mendukung, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti mengoleksi figurin dan memandang dari layar komputer dan kaca etalase toko saja. Padahal saya sudah jatuh cinta sama yang namanya nendoroid, tapi apa boleh buat.

Namun, semua berubah gara-gara makhluk yang satu ini:

"Asa-sama, belajar ya. Kalau iya, nanti aku nyanyiin lagu ehe☆" giting lo Sa

Pikirnya, saya beneran nggak akan beli figure lagi; tapi begitu mendengar bahwa vocaloid favorit saya dijadikan nendoroid, langsung deh saya jadi rusuh. Ingin sekali membeli, cuman rasanya Gumi jauh sekali dari jangkauan saya. Makanya saya hanya bisa senyum kecut saja waktu sudah ada yang nge-review atau melihat foto-fotonya. Mau meng-order pun agak repot karena saya harus pinjem rekening orang tua. Jadilah saya pasrah saja mendapatkan Gumi sampai...

...teman saya yang sudah berada di lokasi menelpon saya di tengah jalan waktu saya lagi otw ke Toy's Fair bersama teman saya yang lain. Katanya dia lihat ada Gumi, dan dia tahu betapa inginnya saya memiliki nendo yang satu itu. Literally saya teriak di dalam mobil (...) dan menyuruh dia untuk minta tolong disimpenin biar bisa langsung beli pada saat itu. Saya bahkan nggak bertanya harga, langsung minta simpan. Syukurlah waktu sampai di lokasi dan bertransaksi dengan penjualnya, uang saya cukup. Ternyata jika tuhan menghendaki, jodoh bisa datang #woi

Masalahnya sejak saya membeli Gumi, rasanya hasrat saya untuk mempunyai nendo menyala lagi. Wanted list yang saya sudah lupakan lama-lama mulai bertambah lagi (walaupun, yah, semuanya nendoroid). Fujiwara no Mokou, Dead Master, Princess of Crystal, Tomoe Mami, Spiderman, Iron Man, Sheryl Nome; Salahkan lineup yang semakin lama semakin bagus, hiks. Makanya, serba salah juga sekarang. Antara ingin beli dan tidak, tapi ingin mempunyai. Hauuh.