Showing posts with label asa's stuff. Show all posts
Showing posts with label asa's stuff. Show all posts

Saturday, May 11, 2013

Si Kecil Penguras Duit

Bertahun-tahun yang lalu—sepertinya waktu saya masih duduk di bangku SMP—saya mulai tertarik dengan dunia figurin berkat membaca beberapa anime blog dan akhirnya mulai ingin mengoleksinya. Beruntung sekali pada saat itu, saya ingat ayah saya sedang bertugas ke Hong Kong selama hampir sebulan, makanya saya pun langsung menitip banyak sekali hal kepada beliau yaaang pastinya berupa figurin. Karena dulu belum se-hard core itu, maka saya hanya menitip figur-figur yang berhubungan dengan fandom saya atau yang character design-nya saya suka (walaupun belum pernah menonton anime/baca manga/main game-nya).

"BELAJAR SANA!!" Haruhi kena instagram ihiy (...)

Inget banget, figurin pertama yang saya mau adalah nendoroid Suzumiya Haruhi dan juga figurin 1/8-nya keluaran Max Factory. Posenya bersemangat dan saya suka desainnya, makanya saya pun langsung menitip. Alhamdulillah, dapatlah dua figur itu dan dari situ mulailah saya ingin mengoleksi lebih banyak lagi. Punit Collection Alicia Florence (Aria), Figma Shana (Shakugan no Shana) dari maxfactory juga, lalu juga set trading figure Fullmetal Alchemist.

Cuman karena saat itu kondisi finansial saya sama sekali nggak mendukung, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti mengoleksi figurin dan memandang dari layar komputer dan kaca etalase toko saja. Padahal saya sudah jatuh cinta sama yang namanya nendoroid, tapi apa boleh buat.

Namun, semua berubah gara-gara makhluk yang satu ini:

"Asa-sama, belajar ya. Kalau iya, nanti aku nyanyiin lagu ehe☆" giting lo Sa

Pikirnya, saya beneran nggak akan beli figure lagi; tapi begitu mendengar bahwa vocaloid favorit saya dijadikan nendoroid, langsung deh saya jadi rusuh. Ingin sekali membeli, cuman rasanya Gumi jauh sekali dari jangkauan saya. Makanya saya hanya bisa senyum kecut saja waktu sudah ada yang nge-review atau melihat foto-fotonya. Mau meng-order pun agak repot karena saya harus pinjem rekening orang tua. Jadilah saya pasrah saja mendapatkan Gumi sampai...

...teman saya yang sudah berada di lokasi menelpon saya di tengah jalan waktu saya lagi otw ke Toy's Fair bersama teman saya yang lain. Katanya dia lihat ada Gumi, dan dia tahu betapa inginnya saya memiliki nendo yang satu itu. Literally saya teriak di dalam mobil (...) dan menyuruh dia untuk minta tolong disimpenin biar bisa langsung beli pada saat itu. Saya bahkan nggak bertanya harga, langsung minta simpan. Syukurlah waktu sampai di lokasi dan bertransaksi dengan penjualnya, uang saya cukup. Ternyata jika tuhan menghendaki, jodoh bisa datang #woi

Masalahnya sejak saya membeli Gumi, rasanya hasrat saya untuk mempunyai nendo menyala lagi. Wanted list yang saya sudah lupakan lama-lama mulai bertambah lagi (walaupun, yah, semuanya nendoroid). Fujiwara no Mokou, Dead Master, Princess of Crystal, Tomoe Mami, Spiderman, Iron Man, Sheryl Nome; Salahkan lineup yang semakin lama semakin bagus, hiks. Makanya, serba salah juga sekarang. Antara ingin beli dan tidak, tapi ingin mempunyai. Hauuh.

Wednesday, April 10, 2013

Earphone-nya Berenang?

Ceritanya—kemarin malam dengan indahnya earphone Apple saya (yang lama, yang satu bundle dengan iPod Touch itu) nyemplung ke dalam gelas Milo dingin yang saat itu sedang bertugas menemani saya mengerjakan soal-soal latihan matematika. Bagaimana ceritanya? Saya sendiri juga nggak ngerti. Pokoknya sewaktu saya mengambil earphone itu kembali dan kemudian mencobanya, suaranya jadi lebih jelek dan lebih pelan dari sebelumnya. Bah. Jadilah saya harus beralih kepada earphone handphone Samsung saya yang... kualitas suaranya standar sekali.

Sebenarnya, sih, saya antara senang dan sedih dengan kejadian ini. Senang karena ada alasan untuk ganti earphone, tapi juga sedih karena berarti earphone saya tinggal satu dan karena saya sudah terlanjur pewe dengan earphone Apple. Semestinya yang Samsung ini buat cadangan saja—dan, benar pula saya jadikan cadangan, karena akhirnya terpakai juga—but, oh well. Memang titah dari yang di atas disuruh ganti dan nabung buat earphone yang bagusan.

Lalu untuk yang mengikuti blog saya (emang ada gitu yang ngikutin?), mungkin kalian bertanya; buat apa si Asa butuh headphone dan earphone? Jawabannya—kalau yang earphone itu untuk skype-an, menonton film di laptop, dan kadang untuk nge-drum (karena saya pakai drum elektrik). Kuping saya kurang bersahabat kalau menggunakan headphone saat melakukan hal-hal seperti itu. Jadi kalau headphone, tentu saja untuk mendengarkan lagu. Karena itu pula kalau memilih headphone, saya pasti memilih yang bass-nya kencang.

Beruntung pula seorang manusia yang baik hati memberi saya headphones idaman saya sewaktu saya berulang tahun 2 minggu yang lalu, yakni Sennheiser PX200II. Ihiy. Jadi sekarang headphone Sennheiser saya ada dua. Yang satu (yang besar, yang HD201) saya pakai di rumah, sedangkan yang kecil dan jauh lebih portable (PX200II bisa dilipat dan ada sarungnya pula hurrhurr) adalah yang saya bawa kemana-mana.

Kiri ke kanan, atas ke bawah: earphone Samsung yang satu bundle dengan handphone, earphone Apple yang satu bundle dengan iPod Touch, headphone Sennheiser HD201, headphone Sennheiser PX200II beserta sarungnya (...)

Kalau untuk earphone—nah, kita lihat apakah saya sudah cukup berduit atau beruntung untuk membeli earphone baru yang kualitasnya lebih oke. Mungkin antara Sennheiser lagi, iye saya langganan sama ini merek atau earphone Apple yang baru, yang—to my surprise and probably everyone's—jauh lebih bagus dari yang dulu.

Monday, February 25, 2013

Welcome (back), M'dear Headphones

Akhirnya setelah menunggu sebulan lebih, garansi headphone Sennheiser saya selesai diproses dan headphone saya pun sudah kembali lagi ke habitatnya (alias nongkrong di atas meja dan menunggu dipakai oleh saya). Senang? Oh iya pastinya dong. Saya terpaksa memakai earphone Apple yang, maaf, kualitas suaranya jauuuuh di bawah. Menderita sekali untuk saya yang terkadang mesti mixing sering mendengarkan lagu-lagu bergenre metal dan rock.

Alasan saya balikin adalah karena pada suatu hari di bulan Desember, saya menemukan bahwa suara di headphones saya mati sebelah. Panik, akhirnya saya pun coba mencari solusi sampai.... saya ingat bahwa garansinya masih dua tahun. Langsunglah saya secepatnya pergi ke toko tempat saya membeli ini headphone setahun yang lalu untuk menukarnya. Jadinya sih lumayan lama, sekitar sebulan. Sempet saya tagih cuman mengingat pusat Sennheiser-nya jauh yaa jadi mesti menunggu.

Daaan headphone saya pun kembali ke habitatnya. Yay.

But now, yang penting adalah mereka sudah kembali. Agak shock juga karena sudah lama pakai earphone terus tiba-tiba pakai headphone. Sekarang pun saya juga sudah belajar dari pengalaman dan nggak mau terlalu brutal (?) sama dia. Dulu saya selalu bawa dia kemana-mana dan main ditaruh saja di tas kecil. Sekarang, yah, make do sama earphone Apple sampai saya berhasil nabung untuk earphone yang bagusan atau headphone Sennheiser PX200II yang bisa dilipat, amin. Semoga nggak ada acara rusak-rusak lagi setelah ini, apalagi karena saya tinggal ini di rumah terus.

Saturday, October 15, 2011

You know that feeling--

--when you get really attached to a certain object?

Yup, saya punya tendensi untuk begitu bahkan kepada benda mati, apalagi sama benda-benda yang sering dipake. Sebut headphone, sebut iPod, pensil mekanik yang kalau ngga salah hitung umurnya udah tiga tahun, penghapus yang bentuknya kayak pensil itu, tanpa mereka saya merasa ngga komplit. Kenapa saya ngga sebut handphone dan laptop? Karena saya memang ngga punya dan mari jangan bahas itu sekarang karena nanti saya malah tambah pengen.

Nah, jadi ceritanya--penghapus saya ilang. Minggu lalu habis sekolah saya taro di depan komputer, terus tiba-tiba menghilang. Poof. Begitu aja, ga tau sekarang perginya kemana padahal udah saya cari-cari sampe ngangkat CPU dan ngecekin satu-satu kantong celana yang sering jadi tempat langganan masukin pensil-penghapus.

And yeah, I miss it. So very much karena menggambar ga enak tanpa penghapus yang ini. Yang bentuknya kayak pensil dan mereknya Zebra itu lho, yang warnanya putih terus ada bantalan karet warna ijo tua. Padahal saya udah beli penghapus lagi (mereknya ngga sama sih, pengen cobain yg baru dan yang ini ada brush-nya buat ngebersihin bekas hapusan) tapi tetep aja rasanya ngga sama kayak yang dulu.

Penghapus, penghapus. Wherefore art thou, penghapus?

Sunday, July 10, 2011

Rubik's Twist: GET!!


Rubik's Twist ball mode a.k.a default mode o3o

YOI AKHIRNYA DIBELIIN JUGA SAMA IBU ceritanya lagi diskon jadi dibolehin uhuk 8D

Awalnya memang keliatan ribet, tapi pas saya utak-atik ketemu juga solusinya tanpa pakai tutorial. Memang ini beda dari yang basic (3x3x3) tapi seru! Rubik's twist ini bisa dibentuk-bentuk dan ga cuman jadi bola dan tongkat panjang itu aja. Di box-nya sendiri ada bentuk yang aneh-aneh, tapi saya masih belum bisa menemukan cara untuk ngebuat kyk gitu orz The posibilities are endless lmao, tinggal cari cara aja.

Ah btw, kamera iPod Touch kualitasnya jelek ya kalau dibandingin sama iPhone 8| No offense buat siapapun tapi yah--liat aja itu noisy dan suka pecah ;; Oh well, daripada ga ada kamera sih.

Sunday, June 26, 2011

GJUI 2011

GJUI a.k.a Gelar Jepang Universitas Indonesia, tahun ini pun saya juga pergi ke sana dan imo lebih asyik dari yang tahun lalu. Faktor yang paling mendukung mungkin karena kali ini saya ketemu banyak temen forum. As in banyak, lebih dari tujuh orang gitu dan dulu tuh cuman dua doang. Cosplay-nya juga lebih mantep dan of course, kali ini saya bawa DSLR jadi fotonya jadi lebih mantap juga 8D

AWAS ADA PEDOBEAR ALSKDFJS;LKD /kabur

Ngga enaknya sih karena saya ada les pas sorenya jadi yang paling duluan pulang itu saya orz But atleast bisa have fun sama yang lain! Awal-awalnya kita keliling-keliling dan ngeliat lomba makan ramen (sekilas doang sih tapi). Most of the time dipakai untuk hunting orang cosu dan saya memotret teman-teman yang ingin narsisan lmao. Karena keterbatasan uang akhirnya saya ga beli makanan apa pun waktu jalan bareng temen (beli dua teh botol aja udah menatap dompet sambil hela nafas orz). Luckily yang lain beli makan jadi saya bisa coba-coba #dor Saya dikasih mochi sama temen yang ngga habis dan nyoba es buah juga. Hebatnya, keluarga saya rupanya pada beli es serut dan karena saya ga sama mereka ya, bubye es serut orz

Tiba-tiba ketemu Charlotte dan entah knp saya kaget lmao. Tapi cosunya lucu *u*

Akhirnya tahun ini saya bisa ngeliat lomba cosplay (baca: berdiri cukup dekat untuk melihat cosplayer yang berdiri di panggung). Ada yang jadi f!Ciel Phantomhive yang elegan, kostumnya pun keren juga. Keren deh, terus yang tokusatsu juga keren! Ada juga Gakupo yang cantik BANGET akldfjl;sdkj Ada yang cosplay jadi Rin Okumura dan euh, saya kayaknya jadi ngefans sama dia karena menjiwai sekali. Ada yang cosplay jadi matryoshka!Gumi juga keren tuh *u*

Anime related clothing = GET! Ngga sabar mau pake keluar rumah TTuTT
Abaikan poster-poster gaje-nya di background btw orz

Hmm habis itu sih nothing special, pokoknya kebanyakan jalan-jalan dan foto-foto cosplayer. Merchandise yang saya dapet? Itu fotonya di atas o3o Jadi sebelum pulang karena udah jalan lagi sama keluarga, saya beli jaket Black Rock Shooter yang saya tatap terus dari pas pertama masuk lmao. Keren deh jaketnya, hoodie-nya juga mantap dan bener-bener bisa menutupi mata. Di bagian dadanya ada hook, jadi bisa disangkutin dan rasanya saya akan lebih banyak pakai kayak gitu daripada dirisleting lol.

Saturday, September 4, 2010

IT FINALLY ARRIVED 8D

MY LAST AIRBENDER SHIRT FINALLY ARRIVED YESSS. Jadi waktu itu pas seminar fotografi, rupanya salah satu PIC-nya jual kaos ini dan ayah saya pesenin buat saya sama adek. Akhirnya tadi kaosnya udah sampe di rumah and IT'S TOTALLY AWESOME



(kebalik karena fotonya pake kaca 8|) Itu gambar kepala-nya Aang sama tulisan Avatar-nya harusnya glow in the dark, tapi gimana mau dipotret kalo gelap jadi ya ga keliatan di fotonya. Karena masih bau baru yang bener-bener bau gitu, akhirnya saya cuci dulu. Can't wait to wear it in public asdfja;lsdfj;lsflja slfjslfj

Tuesday, July 13, 2010

GUESS WHAT





AHAHA FINALLEEEHHHH saya punya tablet! Akhirnya hari sabtu dibeliin tablet sama ayah saya. Jadinya ngga beli wacom, karena well harganya rupanya lebih mahal dari yang saya perkirakan dan ujung2nya semua tablet sama aja kan? Yang bikin beda itu adalah yang menggunakannya, ya ngga asa mau bijak fail? Lagian, pas beli itu di tanggal merah, jadi banyak toko yang tutup dan cuman nemu 2 toko yang jual tablet ._.

Nah jadi, tablet saya adalah Hanvon Rollick yang 6x4". Kirain kecil karena A6, rupanya enak juga dipake gambar dan malah ukurannya pas. Plus, ada tool zoom-nya di tabletnya, jadi ga perlu utak-atik keyboard buat nge-zoom XD

Yang ini nih tablet saya, tapi mungkin agak lebih kotor daripada yang itu secara I'm addicted to using it right now. Jadi nyalain laptop, buka firefox, terus buka SAI buat standby kalo tiba2 mau gambar :))

Gambar digital tuh enak juga rupanya, khususnya karena ada undo tersayang dan tool-tool yang ga bisa ditemukan di media tradisional. Tapi tetep aja saya juga suka tradisional karena dasarnya itu kan? Saya juga belajar gambar pertama tuh doodle2 di kertas jadi yaa~

Well anyhow, sejak hari sabtu tuh gambaaaar melulu sampe kayaknya folder gambar yang dulu cuman seuprit (karena isinya cuman WIP dan hasil scan) jadi banyak banget skrng, penuh sama file-file .jpg lah, .sai lah, jiaaah lama2 menggunung juga nih padahal isinya kebanyakan doodle semua :)) yaa pokoknya ini salah satu doodle yang baru aja selesai


Lambda lagi? Ya ampun Asa ini hobi banget sama si Lambda ya. Yaa gimana ya, saya suka aja sama karakternya, baik dari segi design dan personality-nya juga. Aaa ini coloringnya mending, lebih niat. Kalo doodle2 yang lainnya (khususnya para Marauder lol) coloringnya tuh keliatan keluar garis dan berantakan.

Pokoknya, siap-siap aja sakit mata ngeliat gambar-gambar abal saya di sini ya /digampar

Monday, June 28, 2010

I need new earphones siriusly seriously 8|


Gila ini earphone padahal baru setahun tapi udah kyk gini, terbukti yang punya pakenya juga ngga nyantai lmao ;; Tuh liat aja karet yang ngelilingin earphone-nya udah lepas semua. Terus yang di deket plug-nya juga ada yang robek. Yang sebelah kanan robek dan akhirnya copot yang bagian panjangnya itu. Terus yang kiri juga ujungnya robek dikit. Yaaaa tapi gpp deh, yang penting masih bisa ngeluarin suara kan? /males ngeluarin duit buat beli lagi orz

Terus hari sabtu beli drawing pen baru, yang 0.1. Kayaknya si Asa rada-rada ya beli drawing pen tuh 0.3 sama 0.5 dulu, baru yang 0.1. Maklum ga bakat seni, jadi kirain yang 0.3 udah cukup tipis dan enak dipake, eh rupanya ketebelan buat nge-lineart biasa, ya udah akhirnya beli yang 0.1 juga deh ujung-ujungnya. Tapi lebih enak sih memang pake 0.1 kalo nge-line. Selain itu entah kenapa kalo pake 0.1 , saya narik garisnya lebih berani lmao Tapi tetep aja saya ngga mau nge-line sembarang sketsa karena takut salah juga. No, ga mau pake tip-ex, nanti jadinya aneh orz

Soo akhirnya trial pake yang 0.1 plus diwarnain juga pake pensil warna faber castel tersayang tadi malem. Karena paling gampang gambar Lambda padahal yang ini banyak banget salahnya, ga pake reference sih orz jadinya gambar dia. Hasilnyanya buat saya lumayan bagus, at least lebih bagus daripada nge-line pake 0.3 8\ But but masih ngga puas sama matanya, harus belajar ngewarnain mata pake pensil warna nih orz

Oh yeah, saya kan tanggal 30 nanti mau ke Singapore (yihiii \o/), dan rencananya pengen minta beliin tablet sama ortu. Tentunya kalau beli tablet, harus ada touka koukan-nya dong? Nah makanya, touka koukannya adalah, selama di Singapore ga akan beli apa pun yang berhubungan dengan animanga (baik merchandise, manga, artbook, fanbook, etc). Aduh berat juga, padahal niatnya ke Singapore kan buat nyari merchandise orz Makanya ini lagi dipikirin dulu beneran mau ngambil keputusan itu ato ngga. Semoga aja dibolehin sih kalo memang saya jadi pake cara itu. Pengen banget punya tablet sih soalnya orz

Btw besok saya rencananya mau TPP level J (kumon ==) dan belom belajar lagi jfalskfjlsfjs the horror of pemfaktoraaan orz