Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Sunday, July 15, 2012

GJUI 2012

Tahun ini, seperti biasa, ada Gelar Jepang UI dan tentu saja saya nyempet-nyempetin diri untuk datang. Kali ini ada yang berbeda karena tempat acaranya bukan di FIB, melain di sebuah lapangan yang saya nggak tahu namanya #fail. Pas masuk itu saya juga cengo dulu kenapa FIB kosong melompong. Akhirnya setelah muter-muter UI sambil SMSan sama temen yang udah ada di lokasi, sampai juga dengan selamat walaupun pas keluar dari mobil itu....panasnya nauzubillah.

 
Yup—seperti biasa, ada okonomiyaki. 
Udah lama nggak makan jadi seneng juga akhirnya dapet dan ditraktir pula harr harr.

Thursday, April 5, 2012

Review: Reality vs AU (Black Rock Shooter TV)

Delapan episode penuh adegan berantem yang intense dan kadang bikin saya ngeri sendiri, dibubuhi mindfvck dan simbolisme dimana-mana yang pada intinya bercerita tentang kehidupan sosial manusia. Nah, saudara-saudara sekalian, bagi saya itulah Black Rock Shooter TV yang imo jauh lebih bagus daripada OVA yang keluar beberapa tahun yang lalu. Bravo, noitaminA. Bravo, bisa menceritakan masalah internal para remaja dengan menggunakan sosok-sosok alter ego yang berkelahi di alternate universe.



arah jarum jam dari si Black Rock Shooter; Chariot, Dead Master, Strength, Black Gold Saw

Reality vs alternate universe. Lebih mending tinggal dimana? Realita yang diwarnai berbagai jenis emosi tapi akan terus menerus menyakiti hati kita, atau alternate universe dimana kita hanya harus berkelahi untuk menyelesaikan semua masalah tapi sebagai gantinya kita tidak bisa merasakan emosi ataupun rasa sakit? Hayo, dipilih-dipilih~ #dor

Monday, April 2, 2012

Review: Final Destination;The Anime (maksudnya Another)

Another, oh, Another; mengapa saya akhirnya jadi nonton dirimu padahal saya ini anti-horror karena gampang banget takut dan kebawa mimpi pasca nonton sesuatu? Jadi begini ceritanya kenapa saya mau nonton; Saya sama seorang temen lagi diskusi film-film horror, terus dari ngomongin Supernatural tiba-tiba dia nyebut series ini tapi katanya dia takut nonton karena katanya horror. Emang karena saya ini goblok atau nyalinya gede, saya bilang aja sama dia, "Ya udah nanti sampe rumah aku coba nonton dan lapor ke kamu deh ini aman atau ngga."



Seharusnya kalau Sakakibara nelpon Ghost Busters, masalah ini bakal selesai.

.....kayaknya sih.


Thursday, March 1, 2012

Album review: Latimeria wa Yume wo Miru



Waktu saya denger kabar kalau monaca:factory mau ngerilis album lagi, saya jerit-jerit nggak nyantai sampai mungkin satu kompleks bisa denger. Waktu denger crossfade-nya, saya lari-lari di rumah kayak kuda jingkrak saking senengnya karena ini album bau-baunya mirip sama Kasei ni Yureru Mizu Koe. Kumpulan lagu-lagu lectronica yang sangat monaca:factory ini saya buru terus dari awal Februari sampai akhirnya ketemu seorang manusia berbaik hati yang bersedia meng-upload link download-nya seminggu yang lalu. Langsung saja saya download itu album,

dan hasilnya?

Wow.

Saya akui bahwa lagu-lagunya lebih monoton daripada di album Kasei ni Yureru Mizu Koe tapi memang vibe-nya mirip-mirip. Bahkan pola urutan track-nya juga rada mirip dengan adanya lagu instrumental di track 3 dan closing song dengan menggunakan piano (yang sekali lagi, sangat monaca:factory).

Awalnya agak kecewa waktu dengar pertama kali karena--kemungkinan besar--lagu yang upbeat cuman dikit. Lama-lama kalau saya dengerin malah jadi keren, apalagi transisi di awal dan akhir lagu membuat kesan kalau semua lagu di dalam album ini saling sambung-menyambung. Keren juga, imo. Untuk temanya sendiri saya masih mikir. Judul albumnya The Latimeria Bewitches Dreams, dan Latimeria sendiri kan nama ikan. Jadi... ini tentang laut? Tapi kenapa ada Sabaku no Chou (butterfly of the desert) hmmmm.

Well, anywho, kalau mau dijabarin per-track:


Sunday, February 5, 2012

Hellofest 8 report

Tahun lalu ngga bisa datang karena telat tahunya. This year? Oho, sudah siap dengan duit (?) tapi tidak begitu siap dalam costreet dan motretnya.


Saya pergi ke sana bareng dua temen dan di sana juga ketemu teman-teman lain (baik itu yang kenal secara irl atau ketemu di RPF). Sebenarnya sih saya costreet jadi Inukashi-nya NO. 6, tapi itu pas awal banget dan tumbang di jam kedua karena 1.) baru pertama kali cosplay dan saya ngga betah pakai wig, 2.) ngga leluasa motret dan saya pergi ke sana karena denger cosplay-nya memang bagus-bagus. Ternyata?

Demi YMS ini Strength-nya keren bangeeeeet padahal saya biasa aja sama karakternya.
Sampai bawa tangan gede itu segala, wow.


Pada niat-niat semua, mamen. Props-nya yang pasti butuh berminggu-minggu untuk disiapkan, begitu juga untuk kostumnya sendiri yang banyak banget yang kelihatan ribet. Sayangnya CF saya bermasalah waktu lagi motret, jadi sempet was-was waktu lagi jepret-jepret karena takut corrupted (ujung-ujungnya pas sampe rumah memang ada banyak yang corrupted. Ffffuuu padahal ada shot Yukari-nya Touhou dan Black Rock Shooter yang bagus tapi malah ga kebuka OTL). Lensa... nah, emang salah saya ngga ganti lensa dulu karena ngiranya butuh yang 18-250mm secara itu memang lensa langganan saya. Ternyata saya malah banyak close shot yang imo jauh lebih enak kalau pake yang 18-55mm. Nyeh.

Ada Cirno manis berkacamataaa /dor

But, shot-shot yang saya dapet oke-oke lah walaupun ngga sepuas yang pas di GJUI waktu itu. Saya ngepost beberapa fotonya di photoblog, you can check it out here /o/

Sebelum pergi, denger-denger di Hellofest ada beberapa art circle yang buka stand. Saya udah norak duluan karena whoaa maaan ini udah kayak simulasi mau ke comicket di masa depan nanti (amin). Benar saja, di pasar ada banyak orang yang menjual prints, doujinshi, pin, dan baju-baju bertema animangame dan vocaloid. Sampe ada yang buka stand khusus para fans Twilight. Tau gitu saya patungan sama temen-temen buka stand khusus Sherlockians deh #woi.

Baru sadar saya beli print-nya banyak juga.
Sekalian buat reference dan karena saya lemah sama art cantik sih :'|

Buat barang belanjaan, saya dapat: jaket Matryoshka-nya Gumi yang saya pengen sejak jaman kapan tahu dan seneng banget pas akhirnya lihat dan juga dapet diskon 20% ahay, satu set pin Vocaloid append + bonus pin BRS, pin NO. 6 (Nezumi. The only NO. 6 merch I got here sob), print A4 Tomoe Mami dari Puella Magi Madoka Magica, 3 print original (yang art-nya keren banget imo), satu set postcard Mawaru Penguindrum sialke saya lupa minta tanda tangan artist-nya yang dewa itu derp, dan juga bookmark Tiger & Bunny (Wild Tiger dan Barnaby).

Tadinya pengen beli tote bag dan doujinshi sih; tapi kalau tote bag nanti gundukan tote-bag-yang-ga-kepake jadi bertambah dan pas saya keliling-keliling, doujinshi yang saya bener-bener pengenin ngga ada jadi ya... Ada sih doujinshi Madoka tapi saya ga fanatik banget ke pairing itu.

Overall, Hellofest 8 ini SANGAT crowded dan bikin saya capek, tapi ini merupakan pengalaman yang seru dan memorable. Dua temen saya itu juga kabarnya baru pertama kali ke event yang kayak gini, seru juga jadi semacam tour guide bagi mereka, hahah. Sooo the next Japanese event adalah GJUI. Pengen cosu lagi sih, tapi kalau yang di sini aja gimana nanti di tempat outdoor hurrr.

Tuesday, October 25, 2011

review: monaca:factory/10日P

Mungkin ini lebih kepada rekomendasi daripada review? Yah, intinya saya mau ngomongin dan sedikit promosi tentang komposer vocaloid yang satu ini (yang kebetulan juga telah menjadi salah satu komposer favorit saya lmao).

monaca:factory atau 10日P (touka-P) adalah salah satu komposer vocaloid yang mendapat namanya karena konon dia belajar membuat musik dengan vocaloid dalam kurun waktu 10 hari. Genre-nya...ga jelas. Srsly--kalau misalnya yuyoyuppe dengan heavy rock, ORYO dengan rock-pop, wowaka dengan electronica-nya, sedangkan kalau 10日P ini beda-beda. Technopop ada, instrumental ada, shoegaze juga iya. Makanya sebelum dengerin lagu-lagu dia tuh rasanya udah ada gambaran bakal jadi kayak apa (dan ujung2nya saya pasti bilang "Bah, dia banget nih."), but at the same time kita juga ngga tahu bakal jadi sekeren apa.

Lagu pertama yang saya denger dan bikin saya jatuh cinta sama ini komposer adalah Rosetta. Melodinya simpel tapi instrumentalnya auuuugghhhh saya ga akan bosen ngedengerin drum sama pianonya. Sebenernya sih imo, piano di lagu-lagu 10日P juga oke banget, salah satu poin yang saya suka dari lagu-lagu bikinannya. Selain Rosetta, lagu-lagu yang mungkin kalian kenal dan/atau pernah denger adalah Mermaid dan Suisei (comet).

Rekomendasi saya kalau mau coba-coba denger lagu dari 10日P, coba dengerin Rosetta dulu. Katanya sih itu hasil eksperimennya dia, tapi jadinya hit banget dan memang lagunya keren (walaupun awal-awalnya saya kurang suka, tapi pas denger tengahnya langsung verbal-keysmash saking kerennya).




Kalau mau langsung album, coba 火星にゆれる水声 (Kasei ni Yureru Mizu Koe). IMO kalau mau meng-introduce diri ke monaca:factory, ini album yang bisa dipilih dari album dia yang lain karena di situ genre-genre dia yang warna-warni kelihatan, mulai dari lagu yang upbeat dan slow ada di album ini. Jadi, yah, selamat mendengarkan dan selamat menikmati!

And just for the heck of it dan karena saya lagi cinta sama lagu ini, Rosetta di album Kasei ni Yureru Mizu Koe, single Rosetta E.P, album EXIT TUNES PRESENTS GUMIsm, dan yang di youtube (yang di atas), itu beda-beda kalau didengarkan dengan teliti. Sebenarnya sih masalah mixing aja tapiiii ya itu, agak beda. Versi favorit saya sendiri yang ada di single Rosetta E.P o3o

Sunday, September 18, 2011

"Welcome...to reality."

Bayangkan kalian tinggal di sebuah kota utopia yang segalanya sempurna. Kota dimana ngga ada yang namanya kerusuhan dan vandalisme, orang-orang miskin. Yang namanya isu kebersihan dan keamanan, krisis ekonomi, air bersih, dan juga makanan, ngga ada. Teknologi sudah sangat maju di sini; dari transaksi di toko, absen kerja ataupun absen sekolah, dan bayar kereta dan kendaraan umun lainnya bisa dengan menggunakan gelang yang berisi chip ID citizen. White board dan chalk board? Apaan tuh? sekarang jamannya menulis dengan tablet, presentasi dilakukan via slideshow yang super canggih, segalanya pun jadi mudah untuk kita.

Itulah, saudara-saudara sekalian, kota yang disebut NO. 6.

Sempurna--saya juga pengen kok tinggal di tempat yang kayak gitu. Semuanya enak, gampang, simpel, beh. Masalahnya, di dunia ini tidak ada yang namanya kesempurnaan. Di balik itu pasti ada suatu rahasia yang biasanya--menurut saya--semakin sempurnanya sesuatu semakin besar dan mengerikan pula yang disembunyikannya.

Dua tokoh utamanya, Shion (kiri) dan Nezumi (kanan)


Wednesday, July 27, 2011

Review: Professor Layton and the Eternal Diva


Cewenya penyanyi opera lho, keren deh suara dia *u*

Iya, pembaca tertjinta yang saya tidak tahu eksis atau ngga, saya baru nonton film ini kemaren dan OHMAIGAAAAT KEREN BANGET. Saya udah main game pertamanya dan langsung jatuh cinta--bukan hanya sama puzzle-nya aja, tapi dengan karakternya juga. Tapi apa daya, saya belum ditakdirkan main game kedua dan ketiga sampai sekarang karena DS saya ngambek. Game-nya ngga bisa di-save dan kayaknya ini tanda-tanda saya beli yang asli atau ganti R4. Anywho, kali ini saya akan bahas film-nya yang ngga kalah seru dari game-nya.

Thursday, June 2, 2011

Review: The Social Network

Facebook, siapa yang ngga pernah denger situs itu? Situs dimana kita bisa berteman dan sharing berbagai hal mulai dari status, foto, atau video dengan orang lain tentang kita. Pertama, iya saya memang telat banget nonton film ini karena pas pertama keluar saya ngga begitu tertarik orz. Denger-denger sih tentang asal-usul FB, cuman saya males aja nontonnya habis kesannya kayak film non-fiksi yang ngebosenin. Rupanya?

Salah.

Film ini berhasil bikin saya diem pas nonton dan setelah selesai jadi mikir. Jarang-jarang sih saya nonton film sampai kayak gini (contoh yang berhasil itu HP DH part 2 sama Inception), dan tentunya itu yang mendorong saya buat bikin review ini.


As I stated before, The Social Network adalah film tentang bagaimana mahasiswa Harvard bernama Mark Zuckerberg menemukan Facebook. Entah harus salut atau geleng-geleng kepala karena permulaan situs ini adalah karena Mark diputusin oleh pacarnya, mabuk terus nge-rant di blognya dan ‘iseng’ membuat website voting siapa murid cewe paling oke dan bahkan kena probation 6 bulan dari Harvard. Tapi talenta dia dalam programming diakui oleh kembar Winklevoss yang kemudian merekruit Mark menjadi programmer untuk membuat Harvard Connection (intinya ini kayak FB tapi khusus anak-anak Harvard).

Dari sinilah ia dapat ide untuk membuat Thefacebook dan akhirnya dia bekerja sama dengan temannya, Eduardo, yang memberikannya dana $1000 untuk memulai situs ini. Nah masalahnya, si kembar Winklevoss ini merasa kalau si Mark mencuri ide mereka sampai-sampai mereka menuntut Mark ke pengadilan. Di film ini juga ditampilkan konflik antara Mark dan Eduardo selaku founder dan co-founder, belum lagi ada Sean Parker yang tiba-tiba ikut menjadi staff Facebook karena sebuah meeting (dia juga yang bilang sama Mark untuk ganti nama dari 'Thefacebook' jadi 'Facebook').

Now then, to the scores!

Plot: 9.8

Keren bangeeet apalagi ini juga diangkat dari cerita asli. Hebat banget ceritanya, dari computer nerd jago programming dan akhirnya bisa menjadi billionaire karena membuat situs social networking ini, padahal itu semua diawali dari masalah kecil (diputusin pacar). Terbukti bahwa no matter how small your actions are, it'll somehow affect someone. Just--awesome.

Character Development: 8

Dalam hal karakter, aside from Mark tidak ada yang membuat saya tertarik. Tapi konflik antar karakternya kena dan bagus, apalagi Mark/Eduardo yang bikin saya geregetan sama dua-duanya. Tapi memang highlight-nya sih Winklevoss Twins/Mark karena sebagian besar film ini berisi adegan waktu Mark diadili dan perang mulut sama itu dua bersaudara dan orang-orang hukum.

Music: 5

Ngga komen banyak karena menurut saya ga ada yang spesial atau berbekas dan biasa aja. BG-music-nya juga sama, ending theme pun juga begitu.

Final Score: 9

Sampai ngga tahu mau bilang apalagi, pokoknya this movie is totally awesome dan wajib ditonton. Ah btw, warning dikit kalau mau nonton karena ada beberapa adegan-adegan dewasa dan, yah, gitu deh.

Monday, May 30, 2011

Review: Glee Season 2

Yup, akhirnya tamat juga season 2-nya dan saya puas sama episode terakhir season ini. Sebenarnya sih sudah tamat dari lama, tapi baru dapat feel nge-reviewnya sekarang /diinjek. Anywho, langsung saja ke review-nya yuk, sekalian me-review season ini juga. As usual warning yang akan saya berikan adalah SPOILER ALERT buat yang belum nonton.


Intinya, mereka semua akhirnya pergi ke New York dan kalah. Ngga kalah juga sih, tapi mereka ngga masuk top 10, melainkan mereka meraih peringkat ke-12 dengan piala yang kecil. Tapi atleast hati mereka senang kan? Seperti kata Mr.Schue, maju bukan karena ingin menang tapi karena ingin melakukan yang terbaik dan itulah yang telah mereka lakukan di New York.

Sebelum nationals juga ada banyak kejadian, seperti Kurt dan Rachel yang sarapan di depan Tiffany & Co. dan setelah itu menyelinap ke Broadway dan nyanyi di panggung. Finn juga berniat untuk mendapatkan Rachel kembali yang berakhir sukses, tapi masalahnya cara ngedapetinnya itu yang agak swt menurut saya. Sudah hebat performance mereka ketika nationals, tiba-tiba Finn mencium Rachel di depan ribuan penonton dslfja;sdljfdl;k Quinn yang stress karena diputusin Finn dihibur oleh Santana dan Brittany and guess what--potong rambut! Jujur saya lebih suka rambut dia sekarang, lebih fresh kesannya.

Itu saja untuk episode terakhir, dan sekarang ke skor season 2! Btw ratingnya 1-10 lagi ya.

Plot: 7.5

Standar sih, kan intinya di season 2 ini mereka bener-bener fokus ke nationals. Kalau season lalu karena ada Quinn hamil jadi lebih menarik dan euh, beneran saya sempet salut banget sama dia tapi sejak season 2 jadi meh. Harus saya akui season 2 ini kebanyakan romance dan konflik berbau romance juga. Tapi yah, namanya juga anak SMA ;;

Character Development: 9.7

Sekilas info, yang bikin saya mau lanjut nonton Glee adalah karakter-nya. Awalnya saya ogah-ogahan kan mau nonton tapi begitu nonton 2 episode, beh, karakternya mendewa. Sifat-sifatnya tertonjol, interaksi antara mereka tuh aduh, bener-bener bisa bisa bikin ngakak/geregetan/ikut bersimpati. Terakhir nonton anime yang chara development gini... idek lmao ;;

Music: 9.3

Namanya bukan Glee kalau ngga ada musik. Mau di kamar, di mall, di toilet, nyanyi teruuus. Musiknya memang lebih bagus season 2 dari season 1 (dan akhirnya salah satu episode membuat saya mau dengerin lagu si Bieber karena ada cover Somebody to Love bffffft). Kenapa ngga 10? Karena memang beberapa lagu ada yang agak... yah gitu. Antara penyanyinya ngga cocok untuk lagu itu atau kebanyakan Rachel dan Blaine (Yes, ini salah satu alasan. Kadang mereka terlalu maruk di solo).

Final Score: 8.5

Not so bad lah, lebih bagus dari season 1 kok. Yang minus point adalah plot-nya, padahal dari segi yang lain menurut saya oke banget. Kalau mau drama penuh music yang penuh dengan romance yang sekaligus bikin ketawa, Glee adalah seri untuk kalian. Mulai dari season 1 dulu tapi ya, jangan kayak saya mulainya dari season 2 terus baru marathon season 1 lol.

Saturday, April 23, 2011

Review: Puella Magi Madoka Magica

Karena saya hebat, pindah dulu ke bahasa Indo okok. Pertama-tama, SPOILER ALERT. Jika siap, silahkan baca aja.


Ehem, jadi, seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang, baru saja ada anime yang tamat dan judulnya ya itu di atas *tunjuk2 judul post*. Puella Magi Madoka Magica, atau bisa juga disebut Mahou Shoujo Madoka Magica. Like the title says, anime ini tentang magical girls. Tuh liat aja cewe-cewenya pada lucu-lucu semua kan? Dengan kostum mereka yang imut-imut, aura mereka yang ~*KIRA-KIRA*~ dan ceria, kayaknya anime yang lucu dan seru untuk diikuti.

...


NOT.

Serunya sih tentu saja, tapi 'ceria' dan 'lucu' itu harap dicoret (well, coret 70% lah. masih ada henshin yang keren dan sparkly-sparkly kok) kalau mau nonton anime ini. This isn't a typical mahou shoujo anime, tapi anime bertema mahou shoujo yang akan mengubah pikiranmu tentang mereka. Ngga cuman tentang mahou shoujo, tapi juga tentang berbagai hal lain di dunia ini. Kasarnya sih, mindfvck banget. Pas nonton ini pertama kali saya masih normal-normal aja, tapi begitu sampai di episode yang udah agak jauh, suram. Serius deh, mahou shoujo kayak si Sakura (Card Captor Sakura) atau apalah sebut, ga ada apa-apanya sama mahou shoujo yang di anime ini.

Well, karena saya ga mau spoiler lebih banyak lagi, langsung saja ke rating-rating. Namanya juga review anime kan? Rating-nya akan 1-10 btw.

Plot: 9.7

This is what you call a great plot, saudara-saudara. Aside from the fact that the last 2 episodes bikin saya rada bingung, tapi jalan ceritanya keren abis ga boong. So far yang menurut saya paling mengejutkan itu episode 10 dan itu bikin saya nganga pas nonton. Beneran nganga lho karena saking ngga nyangkanya ada plot twist kayak begitu. Menurut saya nonton Madoka itu kayak nonton Inception, karena pas kita nonton tuh rasanya kita ngerti tapi di saat yang sama kita juga ngga ngerti. Ngerti ngga? 8| Duh saya sendiri juga bingung sebenernya, pokoknya keren deh.

Character Development: 9

Kelihatan kok interaksi karakter-karakternya, sifat-sifatnya, dan background mereka (walaupun saya masih kurang puas sama background si Mami, ga begitu jelas imo) masing-masing. Paling mantap memang si Homura saya bilang, dari yang culun dan malu-malu bisa jadi stoic dan cuek banget. Karena nyambung, untuk karakter favorit sendiri saya suka Kyoko, apalagi pas sebelum di'brain wash' sama Miki. Saya suka cara pandang dia terhadap kehidupan saat itu, tapi pas diajak ngomong sama Miki jadi berubah jadi yah, begitulah. Kedua Mami, terus Homura.

Character Design: 7

Ga komen banyak tentang ini, except for the fact that the costumes are awesome (personal fave saya kostum-nya Mami btw /gaadayangnanyawoi). Yah, memang saya ga begitu suka gaya gambarnya sih (apalagi muka lebarnya), tapi ga ganggu juga dan sebenarnya cocok untuk animenya. Tapi imo ya begitu, saya kurang suka aja 8|a;;

Music: 9.5

Pengakuan, salah satu alasan kuat kenapa saya nonton ini anime adalah karena yang ngurusin BGM-nya adalah Kajiura Yuki. Openingnya menurut saya sih biasa-biasa aja (nadanya, kalau lirik saya belum terlalu merhatiin karena jarang dengerin juga orz), tapi endingnya keren. As expected from Kalafina, kalau ClariS saya cuman pernah denger pas nyanyiin openingnya OreImo. BGMnya pun mendewaaaa ya tuhan keren, Kajiura banget. Sayangnya cuman satu, dan kayaknya this goes for other animes yang BGM-nya diurusin Kajiura-sama, yaitu adaaa aja satu track yang diulang-ulang melulu (kayak Ship of Fools di Tsubasa Chronicle). Tapi overall keren, saya puas sama musiknya dan akan menunggu dengan tidak sabar OST-nya Madoka.

Final score: 9.5

Worth it banget untuk ditonton, dan jangan kalian nonton karena ngikutin trend atau pengen keren aja karena anime ini banyak diomongin. Serius, saya ga nyangka anime ini bakal berbekas di pikiran dan bikin mikir. Temanya berat juga untuk anime berbasis mahou shoujo, dan sekali lagi saya tekankan kesuraman anime ini. Suram bukan berarti ga bagus, tapi aura anime ini memang agak serius dan konfliknya jauh lebih berat juga daripada anime mahou shoujo lain yang pernah saya tonton. Saya recommend anime ini kepada semua yang suka anime yang bikin mikir dengan bonus eye candy cewe-cewe cantik dengan kostum yang keren.