Sunday, September 18, 2011

"Welcome...to reality."

Bayangkan kalian tinggal di sebuah kota utopia yang segalanya sempurna. Kota dimana ngga ada yang namanya kerusuhan dan vandalisme, orang-orang miskin. Yang namanya isu kebersihan dan keamanan, krisis ekonomi, air bersih, dan juga makanan, ngga ada. Teknologi sudah sangat maju di sini; dari transaksi di toko, absen kerja ataupun absen sekolah, dan bayar kereta dan kendaraan umun lainnya bisa dengan menggunakan gelang yang berisi chip ID citizen. White board dan chalk board? Apaan tuh? sekarang jamannya menulis dengan tablet, presentasi dilakukan via slideshow yang super canggih, segalanya pun jadi mudah untuk kita.

Itulah, saudara-saudara sekalian, kota yang disebut NO. 6.

Sempurna--saya juga pengen kok tinggal di tempat yang kayak gitu. Semuanya enak, gampang, simpel, beh. Masalahnya, di dunia ini tidak ada yang namanya kesempurnaan. Di balik itu pasti ada suatu rahasia yang biasanya--menurut saya--semakin sempurnanya sesuatu semakin besar dan mengerikan pula yang disembunyikannya.

Dua tokoh utamanya, Shion (kiri) dan Nezumi (kanan)


Takdir mengubah kehidupan Shion, seorang penghuni NO. 6 yang waktu itu berulang tahun ke-12 saat ia membuka pintu jendelanya dengan polos ketika hujan badai. Saat itu juga, Nezumi yang sedang sekarat ditolong oleh Shion karena bocah yang tertembak itu masuk sembarangan ke rumah orang liek a boss ke dalam kamar Shion ketika jendela itu dibuka. Setelah berbincang-bincang, diketahuilah bahwa Nezumi ini seorang buronan NO. 6 yang benci tingkat dewa dengan kota itu.

Keesokan harinya, Nezumi sudah pergi sementara Shion di'hukum' oleh para polisi NO. 6. Si genius yang sejak kecil dapat hidup secara mewah ini haknya dicabut sehingga ia dan ibunya harus pindah rumah ke area yang lebih kumuh (kata mereka sih kumuh, kata saya lumayan juga tinggal di situ daripada ga ada rumah). Kemana perginya Nezumi? Shion juga tidak tahu, dan sejak pertemuan itu ia ingin sekali bertemu Nezumi seperti seorang gadis yang lagi ditinggal pacarnya kerja.

...

No, liek, srsly.

4 tahun setelah itu, mereka bertemu lagi dan saat itu sedang ada penyakit aneh di NO. 6 dimana orang-orang mendadak menjadi tua (misal orang 30 tahunan dalam hitungan detik jadi mengeriput dan rambutnya jadi putih) dan kemudian mati. Shion yang menjadi tersangka diselamatkan oleh Nezumi yang akhirnya membawa Shion ke tempat tinggalnya--yaitu adalah West Block, di bagian Barat NO. 6 (duhh). Nah, saya ngga pernah blng Nezumi bawa dia ke bagian barat di dalam NO. 6. Dia membawa Shion ke luar NO. 6, yang sering Nezumi cap sebagai 'tempat sampah si kota parasit'.

Bagaimanakah kelanjutan kisah kawin lari Nezumi dan Shion? Apa misteri dibalik 'kota parasit' bernama NO. 6 ini? Apa pula penyakit aneh itu? Sebenarnya Nezumi itu siapa? Nonton aja, kalo saya kasih spoiler besar nanti ga seru, jadi saya akan langsung saja ke score-nya seperti biasa sekarang okok (dan, as usual lagi, spoiler alert walaupun ga ekstrim banget).

Plot: 8

ETA: whoops it seems that I mixed this up with characterization!

Saya hipokrit kalau misalnya bilang nonton ini 100% karena plot karena awal saya pick-up NO. 6 adalah karena ngeliat fanart Nezumi/Shion. Penasaran, saya nonton dan WOOOW plotnya oke juga. Oke, better, dan hebat tetapi memang ada beberapa flaw. Apalagi kalau strictly speaking, kita bicara anime, dimana banyak banget adegan yang di-cut dan membuat penonton jadi "what the hell just happen kenapa dari A tiba2 jadi C?!". But then ada unsur dystopian city dan sci-fi-nya yang keren, udah deh yang namanya Asa itu suka banget sama cerita yang berbau-bau itu.

Character Development: 9

Chara development di NO. 6 itu....mengejutkan. Shion yang selama ini kita tahu sebagai A nanti berubah jadi Z (beda banget, I know). Nezumi yang kita tahu sebagai Z tiba-tiba jadi menjurus ke A. As for karakter yang lain, mereka punya kehebatannya sendiri dan background yang unik pula.

Khusus untuk masalah karakter, saya cinta banget sama bromance-nya Nezumi dan Shion. Terkadang labilnya keluar--antara mau ngeship mereka secara platonic atau romantic. Tapi saya pikir-pikir lagi (ditambah lagi setelah baca novelnya), apa pun perasaan mereka terhadap satu sama lain mereka akan tetap menganggap yang satunya sebagai orang yang penting di hidup mereka dan mereka akan saling mencintai (cinta =/= sex. Jadi maaf para hardcore fujoshi yang hanya peduli tentang dua cowo yang 'beraktifitas' di tempat tidur, untuk Nezumi/Shion saya tidak 100% sependapat dengan kalian.). Indah seindah-indahnya ya tuhan, saya belum pernah mendalami sebuah pairing sampai kayak begini.

Character Design: 8.5

Kalau ngga masuk ke fandom ini saya ngga bakalan tau yang namanya toi8, si character designer dan juga street designer di FMA. Design dia keren banget, apalagi si Nezumi. Begitu liat sketsanya dia saya langsung jatuh cinta sama style gambar ini orang. Tapi begitu ditransformasi jadi animasi...gambarnya jadi beda sih tapi okelah gpp. Yang penting ceritanya kan?

Music: 7

Okay; ga bagus banget, ga jelek banget. Musik udah pas sama scene, tapi kadang jadi dramatic banget lol.

Final Score: 8

Lho, lho, lho? Asa kan lagi cinta banget sama fandom ini, scores-nya daritadi lumayan, terus kenapa jadi jeblok begini final score-nya? Sabar dulu--ini baru mau saya jelasin.

Selama saya nonton NO. 6, udah banyak banget emosi yang saya rasakan (halah). Ngakak lah, senyum-senyum gaje lah, mau muntah lah, marah lah, nangis lah, campur aduk. Sampai epi 11 pun begitu--masalahnya, endingnya tuh swt banget jadi walaupun saya ngaku kalau saya sempet nangis dan fg-ing, tapi tetep aja masih banyak yang ga terjawab dan ngga sebagus ending di novelnya. Awesome meter yang saya kira bakal nambah setelah epi 10 tiba-tiba jadi menurun drastis.

Bukan merasa superior karena udah baca novel dan juga baca manganya, tapi kenyataannya Bones bikin anime-original ending yang sangat bikin saya kecewa. Yah...begitulah pokoknya. Worth to watch? Yup, tapi siap-siap aja sama ending mengecewakan itu ya.

No comments:

Post a Comment