Showing posts with label anime. Show all posts
Showing posts with label anime. Show all posts

Thursday, April 5, 2012

Review: Reality vs AU (Black Rock Shooter TV)

Delapan episode penuh adegan berantem yang intense dan kadang bikin saya ngeri sendiri, dibubuhi mindfvck dan simbolisme dimana-mana yang pada intinya bercerita tentang kehidupan sosial manusia. Nah, saudara-saudara sekalian, bagi saya itulah Black Rock Shooter TV yang imo jauh lebih bagus daripada OVA yang keluar beberapa tahun yang lalu. Bravo, noitaminA. Bravo, bisa menceritakan masalah internal para remaja dengan menggunakan sosok-sosok alter ego yang berkelahi di alternate universe.



arah jarum jam dari si Black Rock Shooter; Chariot, Dead Master, Strength, Black Gold Saw

Reality vs alternate universe. Lebih mending tinggal dimana? Realita yang diwarnai berbagai jenis emosi tapi akan terus menerus menyakiti hati kita, atau alternate universe dimana kita hanya harus berkelahi untuk menyelesaikan semua masalah tapi sebagai gantinya kita tidak bisa merasakan emosi ataupun rasa sakit? Hayo, dipilih-dipilih~ #dor

Monday, April 2, 2012

Review: Final Destination;The Anime (maksudnya Another)

Another, oh, Another; mengapa saya akhirnya jadi nonton dirimu padahal saya ini anti-horror karena gampang banget takut dan kebawa mimpi pasca nonton sesuatu? Jadi begini ceritanya kenapa saya mau nonton; Saya sama seorang temen lagi diskusi film-film horror, terus dari ngomongin Supernatural tiba-tiba dia nyebut series ini tapi katanya dia takut nonton karena katanya horror. Emang karena saya ini goblok atau nyalinya gede, saya bilang aja sama dia, "Ya udah nanti sampe rumah aku coba nonton dan lapor ke kamu deh ini aman atau ngga."



Seharusnya kalau Sakakibara nelpon Ghost Busters, masalah ini bakal selesai.

.....kayaknya sih.


Saturday, January 28, 2012

BRS 2012 Pre-thoughts

AKHIRNYA ASA NGEBACOT ANIME LAGI DAN NGGA NGEGALAU

Iye, iye, kayaknya saya telat tapi baru liat itu trailer sekarang. Katanya ini yang versi kedua (atau ketiga ya derp) dimana nama-nama staff-nya kelihatan dengan jelas. Awalnya saya sih nge-meh aja saat ada berita kalau BRS mau remake jadi anime karena OVA-nya waktu saya nonton kali kedua itu ternyata mengecewakan apalagi di bagian story. I mean, saya pernah kok nge-review BRS dan cerita Yomi 'ditinggal' oleh Mato dan Yuu ngena banget di sana karena kurang lebih itu pernah kejadian ke saya (tapi ngga sampai bikin alter ego di alternate universe juga). Begitu saya tau noitaminA yang ngurusin storyline? RESEARCH GAN, this might be worth watching.




Bahasa Jepang saya masih beginner jadi cuman ngerti beberapa bagian aja di trailer-nya, tapi saya jelas-jelas denger 'kotori asobi' yang kemungkinan besar ngomongin pelafalan nama Yomi yang lain (小鳥遊 = kotori asobi yang artinya 'little birds play'. Cuman dibacanya 'Takanashi' yang berarti 'no hawks' karena ada peribahasa/wordplay 'when the hawks are away, little birds play'). Sisanya... ngomongin Yomi, burung, langit biru, laut, terus itu siapa yang minta tolong? I spot Yuu, that new character--the blonde one with curly hair, dan entahlah mata saya lagi kicer atau ngga pas nonton karena saya ngga ngeliat Black Gold Saw HIKS ceritanya saya paling penasaran sama dia soalnya.


Kenapa nyebut-nyebut Black Gold Saw? Well, dari promo poster yang rame sekale kakaagh kelihatan kalau karakter-karakter baru akan muncul termasuk dia. Mungkin tokoh yang berambut pirang itu juga bakal punya alter ego dan ikut battle dengan BRS dkk? Well, apa pun yang terjadi, semoga kali ini plotnya jauh lebih diperdalam dan diperjelas daripada yang di OVA (dan soalnya ekspektasi saya kalau udah denger itu noitaminA yang ngurusin terkadang ketinggian juga (padahal sempet kecewa sama ending UN-GO dan NO. 6 tapi sampe guncang-guncang komputer pas nonton FMA Brotherhood)). Entahlah, mari kita harapkan yang terbaik dari anime 8 episode ini.

Oh, dan, glasses!Yomi? Sejujurnya, nomegusta. I want the old Yomi desiiiiign tapi apa boleh buat ya udah di-final gitu ;__;

Monday, October 3, 2011

Hard Disk, Oh, Hard Disk

Bagi seorang penonton anime, hard disk adalah salah satu bagian hidup mereka yang sangat penting. Apalagi untuk para downloader seperti saya yang tiap episode-nya di-DL, bukan di-streaming. Alasannya sih bisa macem-macem, biasanya karena koneksi yang labil makanya lebih enak nge-download. Kalau saya pribadi memang karena koneksi dan juga biar bisa ditonton ulang. Siapa tahu lagi bosen atau pengen nge-screencap, kan enak kalau udah di download.

Masalahnya, semakin banyak anime yang di-download tentu saja free space di hard disk berkurang. Saya lagi khawatir untuk season ini karena banyak yang bagus dan pengen saya tonton, belum lagi ada beberapa anime season lalu yang belum sempet saya sentuh karena lagi konsen sama NO. 6 dan Tiger and Bunny (kayak Mawaru Penguindrum, dan beberapa hari lalu atas rekomendasi temen saya, The Idolm@ster) (saya ngga meng-alay, tulisnya emang begitu).

Season ini pun yang wajib adalah Fate/Zero karena sudah rahasia umum kalau saya pengikut Fate/Series sejak nonton anime Fate/Stay Night (yang kalau dipikir-pikir lagi ga bagus2 amat, saya lebih suka versi VN-nya yang jauh lebih lengkap dan jelas). Saya baru baca vol.1 light novel Fate/Zero tapi langsung jatuh cinta sama ceritanya. Mungkin karena karakternya, mungkin karena fakta kalau Fate/Zero itu prekuel, pokoknya keren dan dulu tuh saya pengeeeeen banget dibikin jadi anime. Alhamdulillah akhirnya dibikin juga dan episode 1 ngga mengecewakan saya.

Terus ada Bakuman S2 yang ending season 1-nya jelas-jelas ngegantung. Shakugan no Shana S3 juga masuk list walaupun saya udah agak lupa ceritanya. Nontonnya udah lama banget, mungkin yang season 2 itu sekitar 2 tahun yang lalu. Kemungkinan saya juga akan nonton Persona 4 males main game-nya dan season 2-nya Sekaiichi Hatsukoi (yang terakhir ga yakin karena saya sedang menjauh dari yaoi-tanpa-plot).

Jadi, yah, harap-harap-cemas hard disk saya cukup untuk season ini. Ditambah lagi saya pakai PC keluarga, gawat juga kalau taro anime yang agak bahaya terus tiba-tiba dilihat. JENGJENG, habis sudah riwayat saya menjadi watcher.

Kalau kalian gimana? Apa aja anime yang kalian mau ikutin di season ini? 'u'

Sunday, September 18, 2011

"Welcome...to reality."

Bayangkan kalian tinggal di sebuah kota utopia yang segalanya sempurna. Kota dimana ngga ada yang namanya kerusuhan dan vandalisme, orang-orang miskin. Yang namanya isu kebersihan dan keamanan, krisis ekonomi, air bersih, dan juga makanan, ngga ada. Teknologi sudah sangat maju di sini; dari transaksi di toko, absen kerja ataupun absen sekolah, dan bayar kereta dan kendaraan umun lainnya bisa dengan menggunakan gelang yang berisi chip ID citizen. White board dan chalk board? Apaan tuh? sekarang jamannya menulis dengan tablet, presentasi dilakukan via slideshow yang super canggih, segalanya pun jadi mudah untuk kita.

Itulah, saudara-saudara sekalian, kota yang disebut NO. 6.

Sempurna--saya juga pengen kok tinggal di tempat yang kayak gitu. Semuanya enak, gampang, simpel, beh. Masalahnya, di dunia ini tidak ada yang namanya kesempurnaan. Di balik itu pasti ada suatu rahasia yang biasanya--menurut saya--semakin sempurnanya sesuatu semakin besar dan mengerikan pula yang disembunyikannya.

Dua tokoh utamanya, Shion (kiri) dan Nezumi (kanan)


Saturday, August 13, 2011

What the Hell is an Otaku?

Ceritanya beberapa hari yang lalu saya baru selesai nonton dorama Densha Otoko plus special-nya yang Guitar Otoko juga. Pas pertama kali dengar kalau ini tentang romance saya ngga mau nonton, tapi begitu tahu kalau karakter utamanya adalah seorang otaku saya jadi tertarik. Saya pikirnya, mungkin saya bisa nge-relate ke karakter utamanya karena saya sendiri suka dengan apa yang si tokoh utamanya suka.

Tokoh utama, Yamada Tsuyoshi dan Aoyama Saori.

Inti ceritanya sih, seorang otaku bernama Yamada Tsuyoshi menyelamatkan seorang gadis bernama Aoyama Saori di kereta dari seorang lelaki mabok. Setelah itu mereka saling kontak-kontakan, sering bertemu, dan akhirnya jadian. Perjuangan Yamada untuk mendapatkan Saori juga ngga mudah mengingat dia adalah seorang otaku yang dipandang rendah oleh masyarakat. Dia dibantu oleh teman-teman forumnya yang hobi nongkrong di single man's thread yang punya sifat dan hobi yang beragam pula. Ada yang hikkikomori, programmer genius, maniak kereta dan tentara, businessman, bahkan ada juga cewe yang iseng masuk itu thread. Disitu karena dia pertama ketemu sama Saori di kereta, aliasnya berubah jadi Densha Otoko (Train-man).

Setelah nonton ini pun saya instropkesi diri. Melihat kelakuan Yamada dan kawan-kawan sesama otaku yang hampir tiap hari ke Akihabara, memperhatikan tiap-tiap orang di forum yang membantu Yamada, dan juga orang-orang 'normal' yang ada di drama ini.


Apakah saya seorang otaku?


Kalau melihat definisi otaku sendiri mungkin saya berada di tengah-tengah. Dibilang otaku banget nggak, dibilang bukan otaku juga nggak. Otaku sendiri kan artinya orang yang benar-benar serius dalam hobinya dan hobi itu nggak cuman terbatas sama menyukai anime dan manga. Masak, sejarah, komputer, kalau mereka benar-benar menekuni hobi itu mereka bisa aja disebut otaku. Tapi kalau yang saya lihat, yang disebut otaku itu biasanya--biasanya ya--ekstrim dalam hobi mereka itu. Sering kali sifat otaku itu mengganggu kehidupan sehari-hari mereka dan seperti yang saya bilang, otaku itu dipandang rendah sama orang-orang, apalagi di Jepang.

Maka imo, menjadi otaku itu tidak ada salahnya asal kalian tahu batas. Maksudnya, kalian masih bisa mejalani kehidupan sehari-hari tanpa si hobi itu mengganggu kalian. Mengganggu itu maksudnya apa? Seperti cari teman, family time, belajar, sekolah, daily life deh pokoknya. Saya sendiri berterima kasih telah terjerumus ke dunia ini karena secara tidak langsung bisa mem-boost motivasi belajar karena telah nonton/baca/main sesuatu (misal ada anime tentang alkimia uhukFMAuhuk, ujung-ujungnya kebaca aja itu berbagai macam artikel yang berhubungan sama pelajaran kimia).

Dan masih berhubungan--masalah weaboo. Menurut saya itu adalah salah satu tahap evolusi seorang fan. Pada awalnya pasti seseorang akan menjadi weaboo, setelah itu semakin mereka dewasa mereka punya sudut pandang berbeda tentang suatu fandom dan dari situlah mereka perlahan bisa berubah. Saya ngaku kalau dulu saya weaboo. Tapi mungkin--mungkin, saya sudah mulai berubah.

Kalian sendiri bagaimana? Apakah kalian seorang otaku? Apakah kalian masih di fase weaboo? Yang jelas, apa pun kalian itu (weaboo, otaku jenis apapun), jangan lupa kalau kalian masih punya hidup dan jangan sampai hobi kalian itu mengganggu kehidupan sehari-hari.

Wednesday, July 27, 2011

Review: Professor Layton and the Eternal Diva


Cewenya penyanyi opera lho, keren deh suara dia *u*

Iya, pembaca tertjinta yang saya tidak tahu eksis atau ngga, saya baru nonton film ini kemaren dan OHMAIGAAAAT KEREN BANGET. Saya udah main game pertamanya dan langsung jatuh cinta--bukan hanya sama puzzle-nya aja, tapi dengan karakternya juga. Tapi apa daya, saya belum ditakdirkan main game kedua dan ketiga sampai sekarang karena DS saya ngambek. Game-nya ngga bisa di-save dan kayaknya ini tanda-tanda saya beli yang asli atau ganti R4. Anywho, kali ini saya akan bahas film-nya yang ngga kalah seru dari game-nya.

Saturday, April 23, 2011

Review: Puella Magi Madoka Magica

Karena saya hebat, pindah dulu ke bahasa Indo okok. Pertama-tama, SPOILER ALERT. Jika siap, silahkan baca aja.


Ehem, jadi, seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang, baru saja ada anime yang tamat dan judulnya ya itu di atas *tunjuk2 judul post*. Puella Magi Madoka Magica, atau bisa juga disebut Mahou Shoujo Madoka Magica. Like the title says, anime ini tentang magical girls. Tuh liat aja cewe-cewenya pada lucu-lucu semua kan? Dengan kostum mereka yang imut-imut, aura mereka yang ~*KIRA-KIRA*~ dan ceria, kayaknya anime yang lucu dan seru untuk diikuti.

...


NOT.

Serunya sih tentu saja, tapi 'ceria' dan 'lucu' itu harap dicoret (well, coret 70% lah. masih ada henshin yang keren dan sparkly-sparkly kok) kalau mau nonton anime ini. This isn't a typical mahou shoujo anime, tapi anime bertema mahou shoujo yang akan mengubah pikiranmu tentang mereka. Ngga cuman tentang mahou shoujo, tapi juga tentang berbagai hal lain di dunia ini. Kasarnya sih, mindfvck banget. Pas nonton ini pertama kali saya masih normal-normal aja, tapi begitu sampai di episode yang udah agak jauh, suram. Serius deh, mahou shoujo kayak si Sakura (Card Captor Sakura) atau apalah sebut, ga ada apa-apanya sama mahou shoujo yang di anime ini.

Well, karena saya ga mau spoiler lebih banyak lagi, langsung saja ke rating-rating. Namanya juga review anime kan? Rating-nya akan 1-10 btw.

Plot: 9.7

This is what you call a great plot, saudara-saudara. Aside from the fact that the last 2 episodes bikin saya rada bingung, tapi jalan ceritanya keren abis ga boong. So far yang menurut saya paling mengejutkan itu episode 10 dan itu bikin saya nganga pas nonton. Beneran nganga lho karena saking ngga nyangkanya ada plot twist kayak begitu. Menurut saya nonton Madoka itu kayak nonton Inception, karena pas kita nonton tuh rasanya kita ngerti tapi di saat yang sama kita juga ngga ngerti. Ngerti ngga? 8| Duh saya sendiri juga bingung sebenernya, pokoknya keren deh.

Character Development: 9

Kelihatan kok interaksi karakter-karakternya, sifat-sifatnya, dan background mereka (walaupun saya masih kurang puas sama background si Mami, ga begitu jelas imo) masing-masing. Paling mantap memang si Homura saya bilang, dari yang culun dan malu-malu bisa jadi stoic dan cuek banget. Karena nyambung, untuk karakter favorit sendiri saya suka Kyoko, apalagi pas sebelum di'brain wash' sama Miki. Saya suka cara pandang dia terhadap kehidupan saat itu, tapi pas diajak ngomong sama Miki jadi berubah jadi yah, begitulah. Kedua Mami, terus Homura.

Character Design: 7

Ga komen banyak tentang ini, except for the fact that the costumes are awesome (personal fave saya kostum-nya Mami btw /gaadayangnanyawoi). Yah, memang saya ga begitu suka gaya gambarnya sih (apalagi muka lebarnya), tapi ga ganggu juga dan sebenarnya cocok untuk animenya. Tapi imo ya begitu, saya kurang suka aja 8|a;;

Music: 9.5

Pengakuan, salah satu alasan kuat kenapa saya nonton ini anime adalah karena yang ngurusin BGM-nya adalah Kajiura Yuki. Openingnya menurut saya sih biasa-biasa aja (nadanya, kalau lirik saya belum terlalu merhatiin karena jarang dengerin juga orz), tapi endingnya keren. As expected from Kalafina, kalau ClariS saya cuman pernah denger pas nyanyiin openingnya OreImo. BGMnya pun mendewaaaa ya tuhan keren, Kajiura banget. Sayangnya cuman satu, dan kayaknya this goes for other animes yang BGM-nya diurusin Kajiura-sama, yaitu adaaa aja satu track yang diulang-ulang melulu (kayak Ship of Fools di Tsubasa Chronicle). Tapi overall keren, saya puas sama musiknya dan akan menunggu dengan tidak sabar OST-nya Madoka.

Final score: 9.5

Worth it banget untuk ditonton, dan jangan kalian nonton karena ngikutin trend atau pengen keren aja karena anime ini banyak diomongin. Serius, saya ga nyangka anime ini bakal berbekas di pikiran dan bikin mikir. Temanya berat juga untuk anime berbasis mahou shoujo, dan sekali lagi saya tekankan kesuraman anime ini. Suram bukan berarti ga bagus, tapi aura anime ini memang agak serius dan konfliknya jauh lebih berat juga daripada anime mahou shoujo lain yang pernah saya tonton. Saya recommend anime ini kepada semua yang suka anime yang bikin mikir dengan bonus eye candy cewe-cewe cantik dengan kostum yang keren.