Tuesday, September 27, 2011

Hamlet? Omelette?

Alkisah sekitar dua tahun yang lalu, seorang Asa sedang ngobrol bareng temannya yang suka banget sama yang namanya literatur Inggris. Harry Potter, teenlit barat, sastra klasik, puisi, digarap semua olehnya--beda sekali dengan si Asa yang tidak jelas apa buku bacaannya. Tiba-tiba, temannya bertanya apakah Asa tahu apa itu Hamlet.

"Sa, tau Hamlet ngga?"

Pikir sejenak. Nope, tidak tahu. "Apaan tuh? Makanan?" jawabnya dengan muka yang polos--sama sekali ngga dibuat-buat kalau dia ngga tahu apa itu Hamlet. "Kedengerannya kayak omelet,"

"ITU JUDUL BUKU, GOBLOK," sahut temannya yang kaget karena si Asa ini ngga tahu.

"SERIUS? Yang ngarang siapa?" tanya balik.

"SHAKESPEARE!", sahut temannya lagi, dan kali ini terdengar dari nada bicaranya bahwa dia sedang melakukan mental facepalm di kepalanya.

"I SEE."

INI BENERAN HAHAHAH duh saya memang lemot banget kalo ditanya tentang sastra klasik atau sastra lama, ngga Indonesia ngga Inggris. Alasan saya mulai baca-baca karya Shakespeare aja karena NO. 6. Sastra Indonesia yang lama-lama juga saya baca karena tuntutan sekolah dan sempet waktu itu karena dijanjikan 1 buku = 1 figurin sama ayah.

Bukannya saya benci, emang dari sananya saya ngga pinter sama kata-kata jadi susah ngertiinnya. Plotnya sih oke-oke aja, tapi bahasanya yang susah dicerna itu yang bikin saya males baca. Apalagi kalau bukunya masih pake ejaan lama--dear lord, pengen headdesk karena jadi dobel effort untuk masuk ke otak. Kalau kalian gimana dengan sastra lama, guys? 'u'

Sunday, September 18, 2011

"Welcome...to reality."

Bayangkan kalian tinggal di sebuah kota utopia yang segalanya sempurna. Kota dimana ngga ada yang namanya kerusuhan dan vandalisme, orang-orang miskin. Yang namanya isu kebersihan dan keamanan, krisis ekonomi, air bersih, dan juga makanan, ngga ada. Teknologi sudah sangat maju di sini; dari transaksi di toko, absen kerja ataupun absen sekolah, dan bayar kereta dan kendaraan umun lainnya bisa dengan menggunakan gelang yang berisi chip ID citizen. White board dan chalk board? Apaan tuh? sekarang jamannya menulis dengan tablet, presentasi dilakukan via slideshow yang super canggih, segalanya pun jadi mudah untuk kita.

Itulah, saudara-saudara sekalian, kota yang disebut NO. 6.

Sempurna--saya juga pengen kok tinggal di tempat yang kayak gitu. Semuanya enak, gampang, simpel, beh. Masalahnya, di dunia ini tidak ada yang namanya kesempurnaan. Di balik itu pasti ada suatu rahasia yang biasanya--menurut saya--semakin sempurnanya sesuatu semakin besar dan mengerikan pula yang disembunyikannya.

Dua tokoh utamanya, Shion (kiri) dan Nezumi (kanan)


Sunday, September 4, 2011

WHO LIVES IN THE PINEAPPLE UNDER THE SEA

Sebelum menjawab pertanyaan yang ada di judul, agak telat sih tapi saya ingin mengucapkan, 

minal aidzin walfaidzin dan selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan o/ 

Tahun ini alhamdulillah saya bisa sholat ied karena tahun lalu ga bisa. Alasannya? Masalah cewek lah, untung tahun ini ngga kejadian lagi.

Nah, bagi seorang Asa, tiada hari raya tanpa yang namanya mudik ke Tanjung Pinang (pokoknya itu di Sumatra. Cek peta kalau ngga tau). Di sana ada keluarga besar dari bagian ibu saya dan pastinya satu rumah itu ramenya minta ampun. Ada nenek dan kakek yang baik buanget, tante dan om yang sifatnya macem-macem, juga ada saudara saya mulai dari yang paling ngocol sampai yang paling nyambung kalau ngobrol sama saya.

Tahun ini bisa dibilang saya lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan kekeluargaan HALAH BAHASANYA. Maksudnya, saya ngga cuman diem di kamar main DS atau dengerin musik, tapi mau masuk dapur dan bantu-bantu masak buat hari raya. Yang paling ajaib (buat saya sih ini ajaib, buat kalian ngga tau deh), saya jadi volunteer buat main sama saudara saya yang masih bayi. Biasanya saya ngga mau deket-deket anak kecil yang di bawah lima tahun, tapi ini oke-oke aja dan malah saya yang keseruan sendiri pas main sama dia lol.


Saya bantu-bantu bikin nastar lol Seharusnya sih bentuknya bulat, tapi saya mulai bosen di tengah-tengah dan akhirnya bikin bentuk yang lain bareng sama saudara.

Keluarga saya juga punya tradisi tiap tahun dimana kita ke pantai dan main seharian. Kali ini kita nginep lagi, tapi ada beberapa orang yang ngga ikut karena mereka pergi ke Singapore (kalau saya bawa paspor kemungkinan bisa ikut, tapi karena ngga, ya, ngga ikut orz). Nevertheless, seru banget! Justru bagian inilah yang menurut saya paling berkesan di mudik tahun ini.


Adek saya ketemu kerang yang bentuknya mirip kupu-kupu. Keren deh *u*

Berangkat pagi dan sampai siang, kami para anak-anak langsung nyebur ke laut. Yang laki-laki sibuk nyiapin pancingan, sedangkan yang perempuan duduk-duduk, ngegosip sambil makan-makan. Saya ketemu BANYAK banget binatang-binatang yang aneh. Tahun lalu lautnya dibajak sama segerombolan ubur-ubur, jadi kita ngga bisa berenang. Kali ini ubur-uburnya ngga ada, tapi jumlah rumput lautnya ngga nyantai banget. Alhasil kita ngga bisa berenang dengan puas di laut, cuman jalan-jalan dan rendemin badan aja.

Barusan saya bilang binatang aneh--apa aja? Saya dan ketiga saudara (semuanya cowo, saya cewe sendiri di sini lol) yang melakukan petualangan di laut menemukan teripang, kepiting--mulai dari yang warna putih sampai hitam, ikan--duhh namanya juga laut, dan..... JENG-JENG-JENG


SAUDARANYA (?) PATRICK.

Rahasia umum kalau saya punya obsesi aneh sama bintang laut. Pas ketemu Pak Patrick ini di deket batu pun noraknya kumat dan langsung kenalan dan salaman sama dia. IYA SAUDARA-SAUDARA, SAYA SALAMAN SAMA BINTANG LAUT << tolong di tampar karena ga jelas. T-tapi lucu lho, kelihatan kakinya dan pas saudara saya yang kecil ngga sengaja bikin Pak Patrick kebalik saya bisa liat mulutnya dia.

Malemnya saya dan saudara saya yang seumuran ikut yang bapak-bapak mancing lagi. Malem sekitar jam 12an gitu pintu kamar diketok--ayah mau ngambil roti buat bekal dan akhirnya saya ikut. Dengan pancingan yang super duper simpel (benang dengan kail + pemberat diiket ke buletannya tape dispenser), saya iseng-iseng ikut mancing dengan saudara. Ayah dan kedua om pakai pancingan yang beneran--kelihatannya pro banget lol. Hasilnya? CUMAN DAPET 1 IKAN LOLOL dan itu pun ngga sengaja dapetnya. Pas saya coba pake pancingannya sih saya dapet--dapet kepiting 2 ekor terus malah lepas orz

At least dapat pengalaman sih, dan saya juga belum pernah mancing malem-malem kayak begitu o3o


This machine still exists omg. Dan itu bukan saya--wong saya yang motret kok.

Hari terakhir diajak ke mall untuk main. Om dan tante beliin kita koin buanyak banget dan saya masih agak bersalah karena ngga main sampai koinnya habis orz Emang dasar saya udah ngeplot sejak di mobil mau main apa, masuk-masuk habis beli koin tuh langsung nongkrong di depan mesin DDR HAHAHA Hebatnya lagi, DDR di sini masih 4th mix! Udah lama banget saya ngga main yang itu, kalau di Jakarta saya biasanya main yang DDR X.

Yah, begitulah mudik lebaran saya tahun ini. Seru--lebih seru dari yang tahun lalu malah, dan semoga tahun depan bisa lebih seru lagi! /o/