Showing posts with label everyday life. Show all posts
Showing posts with label everyday life. Show all posts

Saturday, March 8, 2014

Binnenalster, oh Binnenalster

Hey, hi, hello! Terus ya, dengan indahnya baru inget ini blog sudah gak tersentuh tiga bulan. Jadi tampaknya sekarang saatnya untuk mulai meng-update dikit-dikit tentang the missing three months ini, no?

Bukanlah suatu exaggeration kalau berkata bahwa "The first 3 months is hell." Ekspektasi tentang tiga bulan pertama ini memang sudah kayak mimpi buruk di bayangan saya, tapi sensasi menjalani secara benar-benar dan cuman membayangkan jelas-jelas beda, ya. Rasanya itu masa-masa yang paling bikin frustrasi (sekarang masih suka frustrasi sendiri tapi udah mendingan. Kayaknya.) entah karena faktor sekolah, bahasa, teman, anu, ono, ini; an emotional and physical roller coaster ride, lah.

Makanya waktu itu (sampai sekarang sih sebenarnya) saya sering keluar rumah untuk mencari personal solitude #elah. Ibarat handphone dan baterenya, kalau 'batere' saya mau habis, saya harus recharge dulu ke suatu tempat yang bikin saya tenang dan di mana saya bisa berdiam diri sendirian di sana. Kalau nggak, rasanya jadi susah berfungsi karena pikiran acak-adul—dan di metafora ini jadi kayak handphone nge-lag parah menjelang batere tinggal 5%, hahah. And what better place to do that than the Binnenalster lake?

Siang-menjelang-sore. Suramnya itu charm tersendiri, imo. Hahah.

Wednesday, October 16, 2013

Temporary NEET?

Yes—I am now a (hopefully) temporary NEET, alias Not in Education, Employed, or Training. Sekolah sudah selesai, belum bisa kuliah karena menunggu sesuatu ('sesuatu' itu juga akan dilaksanakan selama kurang-lebih 8-9 bulan dan akan dibocorin sebentar lagi), dan waktu untuk nyari kerjaan ataupun magang ke suatu tempat juga mepet sekali. Alhasil, nganggur banget di rumah. Dari dulu kepengen tahu hidup jadi NEET itu gimana, dan sekarang akhirnya bisa ngerasain juga. How does it feel?

Well, mixed feelings juga, sih.

Di satu sisi lepas dari beberapa kewajiban dan rasanya plong, kecuali kalo mendadak lupa ada PR les yang harus dikumpulin keesokan harinya #... Waktu luang juga buanyak sekali, dan jauh lebih banyak dari waktu homeschooling dulu. Untungnya (?) sih, akhir tahun ini deretan convention banyak sekali, jadi selain switch shop-a-holic nyala, jadi termotivasi juga ngeliat karya-karya orang lain.


So, sepertinya dari tengah bulan lalu sampai sekarang, saya fokus ke 'getting the hell out of my comfort zone in drawing'. Hasilnya, menurut saya, efektif banget, secara saya ini notorious dan sering diasosiasikan dengan kata 'mager' dan/atau 'malas'. Jadi nemu hal-hal yang baru dan berhasil eksperimen juga, dan karena itu pula "akhirnya kesampean nyoba X" bisa diucapkan. Asik.

Selanjutnya? Lanjut, dong. Masih banyak hal yang pengen dilakukan, yang pengen dicapai, tancap gas, gan. Lanjuut.

(Tapi jangan lanjut jadi NEET. Serius, nganggur kayak gini bosen juga, ya. Pengen ngapaiiin, gitu. Semoga 'sesuatu' itu cepat terjadi, deh. Nanti diceritain di sini kok.)

Wednesday, August 28, 2013

Change 2.0??


Dari dulu pengen nyoba warnain rambut dan akhirnya kesampean juga, hahah. Kirain ribet, ternyata hair dye yang saya pakai ini sangat ridiculously easy sampe saking skeptisnya, waktu saya bilas rambut, saya teriak sendirian di depan kaca kamar mandi: "LHO BERUBAH BENERAN HAHAHAAH—"#maafkandaku #maklumbarupertamakalinyoba

Terus setelah berhari-hari mencari nama warnanya—saya masih belum nemu warna pastinya apa. Paling deket sih burgundy tua, cuman kayaknya nggak semerah itu. Jadi ini rambut tuh... campuran coklat/merah tua/ungu/hitam. Kalau di dalam ruangan jadinya hitam, tapi ada hint-hint ungu dan merah tua. Kalau di bawah sinar matahari, kelihatannya coklat tua kemerahan + ungu dikit. Nah, lho.

Iya gado-gado ya, tapi jadinya imo memuaskan. Kapan-kapan coba lagi ah pake warna lain yang mirip-mirip merah begini.

Tuesday, July 9, 2013

GJUI 2013, Comifuro, dan Debut Para Bajak Laut

Tahun lalu saya datang ke GJUI sebagai pengunjung dan tukang belanja. Tahun ini, saya datang sebagai partisipan comifuro dan..... tukang belanja. Masih. Kayaknya kata 'belanja' itu nggak bisa lepas dari seorang Asa, ya. Untung tahun ini teman baik dan bro satu stand saya yang bernama Mino berbaik hati untuk membelikan saya barangnya dahulu. Kalau nggak, gimana cara ini bakal kelewatan banyak sekali barang bagus?

Sebenarnya ini cerita berawal dari tiga bulan yang lalu saat pendaftaran Comifuro alias Comic Frontier baru dibuka. Art circle kami, Pirates of the Irregular Table, sudah ada sejak lama, tapi sampai sekarang masih stagnan-stagnan saja. Makanya kami ingin mencoba sesuatu yang baru, sampai akhirnya kita mengumpulkan nyali untuk mengisi formulir dan daftar Comifuro 2. Wah. Pertama kali ikut convention dan langsung Comifuro.

Panik? Pasti.

Hal-hal yang terjadi sewaktu kita mempersiapkan Comifuro ini tentunya banyak sekali. Mulai dari planning ngerjain doujin bareng Aoi di rumah Hikari yang selalu berakhir jadi sesi ngebo bersama, mengerjakan postcard dan toning doujin di tengah-tengah lautan latihan soal dan ujian (paket C HAHAH ujian terakhir lulus SMA dan saya malah ngerjain beginian orz), nggak tidur bareng beberapa member untuk mempersiapkan ini-itu, wah sekali pengalamannya. Salut banget sama circle-circle yang udah rajin tabling. Jadi begini, toh, penderitaan mereka.

Namun, jerih payah kita akhirnya terbayar. Mungkin nggak semenarik yang lain, tapi rasanya bahagia banget waktu ngeliat stand kita sudah selesai diatur dan siap untuk melakukan penjualan. Rada nyesel sih nggak bawa kamera DSLR, tapi setidaknya sudah bisa diabadikan dengan difoto pakai kamera iPod (yang sebenernya kualitas sampah banget orz).

Pirates of the Irregular Table, siap berlayar!

Lucunya—bentuk meja kita ini nyambung sama nama circle. Meja stand lain itu lurus semua, sedangkan punya kami miring sendiri. Bener-bener Pirates of the Irregular Table, hahah. Barang-barang yang kita jual mulai dari doujinshi (Kuroko no Basket. Genre-nya komedi dan saya juga heran kenapa ide cerita kita bisa senista ini...), berbagai macam prints, postcard, sampai kaos! Hahah, kalo kaos itu ide saya. Sebuah impian masa kecil jualan kaos, sebenarnya, tapi itu mah cerita lain.

Beneran nggak nyangka, ya ampun TuT

Yang paling bikin kaget adalah doujinshi kami berhasil sold out! Heran sekaligus terharu. Terima kasih banyak kepada para pembeli yang telah membeli doujin kita yang waktu masa pembuatannya sudah kami anggap seperti ngelahirin anak sendiri (...). Pokoknya luar biasa kalian semua. Kami akan tetap semangat untuk membuat doujinshi lagi di kemudian hari /o/

Lalu ada lagi pengalaman yang unik, yaitu saya menyanyi di depan umum HAHAHAH. Dulu pernah ikut pandus dan sempat pentas di depan orang tua murid di sekolah, tapi feeling-nya beda banget. Kalau di pandus saya harus pakai falcetto dan bernyanyi bersama teman-teman, kali ini saya sendirian dan mutusin urat malu untuk nyanyi lagu screamo. Belum lagi saya menjadi penutup untuk ajang utattemita ini. Entah gimana ceritanya yang tadinya saya hanya mau menonton acara menyanyi lalu tiba-tiba jadi nyamperin panitia dan nyodorin iPod buat daftarin lagu Escapes-nya Draw the Emotional atas nama Asa, terus sampai di panggung dan mulai nyanyi. Astaga. Saya hanya berharap para penonton di situ terhibur dengan performance dadakan saya sobs.

Nah, sayangnya karena saya kebanyakan jaga stand, jadi saya hampir gak kemana-mana kecuali di area gedung Comifuro itu. Makanya, mungkin karena itu saya juga jadi banyak belanja dan keliling-keliling stand orang. Saya senang di sana bisa menambah kenalan fellow artist, bahkan juga fellow musisi dan penyuka band Foreground Eclipse (plis banget lah ini harus disebut). Puas banget deh hari itu. Belanjanya pun juga puas—dan saya heran kenapa keluar duitnya nggak separah biasa dan... kenapa jadi (hampir) 50% Eva begini...

Loot tahun ini; Mulai dari doujinshi, print, bookmark, sampai CD arrange Touhou.

Oh iya—setelah Comifuro, saya pengen keysmash karena mengetahui eksistensi CD arrange Touhou di Indonesia. Senang banget, karena saya paling doyan sama yang beginian dan gak nyangka akhirnya ada juga arranger dari Indonesia, hahah. Sebenarnya sudah planning mau membuat band arrange Touhou sendiri yang bergenre rock/metal juga, sih. Sayangnya karena tahun ini lagi ada ujian, saya tidak jadi mengeluarkan demo CD (yang ini masih genre akustik) karena masih kurang beberapa lagu. Mungkin untuk tahun depan, Pirates of the Irregular Table bisa buka booth lagi di Comifuro 3 dengan doujinshi yang lebih asik dan juga CD arrange Touhou yang sudah benar-benar nge-rock/metal!! ;u;

Sunday, April 21, 2013

A Change Might (Hopefully) Be Good

Seminggu terakhir ini, seorang Asa mulai rewel ingin potong rambut. Ke siapa pun, di mana pun—apalagi kalau cuaca dan/atau udara sedang panas—kalimat "Ah gila pengen potong rambut," pasti keluar dari mulut. Sebenarnya sih ini penyakit triwulan (atau 4 bulan sekali—apa sih namanya nih?), dimana tiap tiga bulan pasti rambut sudah mulai panjang dan menggelitiki leher. Gerah, lah. Panas, lah. Nggak tahan saya sama rambut panjang walaupun dulu rambut saya pernah sepanjang Sadako (...). Cuman kali ini yang mengganggu bukan hanya rambut di bagian belakang, tapi juga poni saya.

Sehingga akhirnya karena kesal sendiri, saya memutuskan untuk potong poni sendiri. Hasilnya?

Yeehaaaaaaw. Self portrait gini cukup lah, ya.

Begitulah. Mungkin untuk yang nggak pernah lihat saya di dunia asli akan biasa-biasa saja. Untuk yang sudah pernah? When you see it, you will shit bricks be asking questions. Ah tapi biarlah kalau teman-teman saya pada nggak suka, yang penting saya puas dan—hei, akhirnya sudah cukup bernyali untuk berubah dikit-dikit.

Baby steps dari poni. Boleh, lah.

Friday, March 8, 2013

+500 Cosplayers dan Cowok-Cowok Edan

Tanggal 2-3 Maret 2013 minggu kemarin diadakan sebuah acara cosplay yang cukup besar di Gandaria City yang dinamakan Pre-Clash. Awalnya saya tidak ada niatan untuk datang, apalagi karena harga tiket masuknya sudah membuat saya mojok duluan. Sebenarnya (katanya) jika kita cosplay, masuknya akan gratis. Masalahnya kostum saya yang baru ini belum kelar; jadi yaa jika saya ingin masuk event-nya, saya harus membeli tiket.

Untunglah ada seseorang yang kebanyakan duit sangat baik hati dan bersedia untuk membelikan saya tiket masuk event-nya. Sebutlah dia si A. Belum lagi dia juga bersedia untuk menjemput saya di tempat les dan juga mengantarkan saya pulang setelah acara selesai.

Saya pikir rencana untuk hari sabtu ini—ah, ya, saya datang hanya di hari pertama—sudah bagus sekali. Selesai les dan menunggu jemputan pun saya masih santai-santai saja. Waktu masuk ke mobil teman saya itu, saya juga pikir hari ini akan berlangsung cukup mulus.

Nggak tau aja pas sore-sorenya ada plot twist yang bikin kaki gemetaran waktu sampai rumah.

Sunday, February 3, 2013

'Sup, February

Menyambut bulan Februari yang—kalau kata orang-orang—penuh perasaan cinta karena hari Valentine kebetulan ada di bulan tersebut, saya menyambutnya dengan perasaan yang biasa-biasa saja tapi dengan keadaan badan yang tidak biasa-biasa saja #apaan.

Kemudian saya pun berubah menjadi makhluk ingusan berhidung merah yang selalu bawa tissue roll kemana-mana.

Awalnya hanya batuk-batuk ringan sejak akhir Januari, tapi lama-lama menjadi cukup parah. Setelah itu muncul flu, daaan kemudian demamnya pun jebe-jebe dan ikutan muncul tepat tanggal 1. Jadi setelah berbulan-bulan tidak sakit, saya akhirnya disuruh istirahat sama yang menguasai dunia (alias Yang di Atas sana) karena diberi flu + batuk + demam. Triple combo yang sangat wow fantastic baby, tapi mau diapakan lagi selain minum obat, istirahat, dan doa biar cepat sembuh?

Yah, mau istirahat juga saya masih ada berbagai kerjaan dan harus lanjut belajar, makanya jadi serba salah juga. Demam alhamdulillah sudah turun, tetapi batuk dan pilek masih betah dekat-dekat saya (...). Apakah ini menandakan bahwa Februari akan menjadi bulan yang hectic dan memperingatkan saya untuk lebih menjaga kesehatan tubuh?

Mungkin. Atau mungkin juga ini sebuah peringatan karena akhir-akhir ini begadang melulu gara-gara Tumblr-an dan keasyikan browsing di Pixiv sampai malem...

Tuesday, January 8, 2013

Tonari no who-the-hell-are-you-kun

Semenjak anime Tonari no Kaibutsu-kun habis, hari-hari saya menjadi lebih kosong karena itu adalah salah satu anime yang saya ikuti di season lalu. Pengen baca manga-nya, cuman karena udah panjang dan masih on-going jadi rada males. Padahal kalau melihat dari anime-nya, ini salah satu shoujo series yang bagus sekali, apalagi dalam masalah character development. Sudah itu semenjak nonton Tonari no Kaibutsu-kun, saya juga jadi mulai berpikir mengenai banyak hal—mulai dari teman-teman saya, sekolah, love life (whatmakesyouhaha.mp3), dan.........belajar.

Entah mungkin terinspirasi dari Shizuku atau karena menonton series ini bagai sebuah wake up slap, suatu malam saya pun beranjak dari sofa tempat saya biasa internetan dan berbicara kepada ibu saya. Kata-katanya adalah,

"Bunda, Asa mau ikut bimbel buat nanti ujian paket C."

Karena saat itulah saya menyadari bahwa ujian tinggal beberapa bulan lagi, saya mesti ngejar materi (cukup) banyak,


dan saya bukanlah seorang Yoshida Haru (yang kelihatannya bodoh tapi sebenarnya punya otak encer).

Wednesday, January 2, 2013

Udah Gede Masih Juga Minum Susu?

Masih, dong.

Cuman.... saya menemukan kalau sebelum jam 12 siang perut saya akan berulah jika mengkonsumsi susu. Bisa mules sampai siang. Gara-gara itu Target sehari paling tidak minum susu satu gelas jadi hancur karena sistem pencernaan saya yang mendadak masuk ke tahap rebellious bak seorang remaja baru puber. Ooh, gak bisa dibiarkan. Makanya saya berniat untuk mencari alternatif lain yang bisa menggantikannya.

Nyoba susu merek lain, tetap saja sakit perut. Susu bubuk, masih juga. Susu yogurt, wah makin berulah. Akhirnya beberapa minggu yang lalu, ibu saya menawarkan Milo—walaupun itu semacam setengah coklat dan setengah susu.

....uhh iya bukan, sih?


Wednesday, December 26, 2012

Kepecut (?) Senar

Biasanya kalau seseorang melakukan sesuatu yang out-of-character atau simply sulit dipercaya orang lain, mereka akan langsung tanya, "Lo kesamber geledek apa tiba-tiba jadi _____?". Sepertinya itu sebuah expression yang sering sekali digunakan, ya?

Saya sendiri pernah ditanya sama guru biola dulu, tapi kalimatnya beda. Dia nanya, "Kamu mimpi apaan tiba-tiba mau megang biola?" (terus dong saya lupa mimpi apaan, tapi saya masih ingat alasan saya mau belajar adalah karena saya suka suara biola). Terus orang tua saya juga waktu itu nanya, "Kamu nonton apaan sampe tiba-tiba mau main basket?" (nah kalau ini karena termotivasi Slam Dunk dan KuroBasu, jadi kayaknya mereka benar nanya saya pertanyaan ini). Kalau akhir-akhir ini, saya merasakan bahwa orang-orang lagi agak gatel bertanya sama saya, "Sa, kesamber apa kamu tiba-tiba megang gitar?"

Sebenarnya..... kesamber apa, ya? Bukan kesamber, kali. Kepecut senar. Atau mungkin karena akhir-akhir ini mulai dapat pencerahan untuk mulai membuat musik dan bukan hanya memainkan dan mendengarkan. Mungkin juga karena saya terinspirasi berbagai band arrange Touhou untuk membuat aransemen berbagai background music dari game tersebut. Mungkin juga saya mau menambah wawasan bermusik. Atau mungkin juga biar tambah ganteng #elocewekwoi

Jadilah saya akhirnya berotodidak ria bersama Aniela tercinta. Nah—iya, belum apa-apa si gitar udah dinamain, padahal drum set udah dari awal tahun belom dinamain juga. Berasa saya jadi cowok terus ngobrol sama pacar karena ngasih si gitar nama cewek.

Ini Aniela ohohoho///

So, achievement saya sejauh ini (setelah hampir 3 minggu mulai megang gitar)? Lumayanlah—bisa nge-cover beberapa lagu simpel, hampir menguasai 8 chord dasar, sudah mulai hafal berbagai tangga nada, bikin lagu-lagu pendek dengan lirik super ngaco, dan main Twinkle-Twinkle Little Star sambil headbang. Kalau latihan berlanjut terus, semoga tahun depan udah melewati taraf beginner jadi intermediate deh, hahah.

Sunday, January 15, 2012

Sekolah Tumblr RP

#apaitujudulnya

Si Tasya kan nyanyinya "Libur telah tiba, hore!".

Kalau saya nyanyinya, "Sekolah telah tiba, derp."

Antara senang dan nggak mau. Hah, saya kayaknya jadi manusia ngga bersyukur banget ya padahal udah masuk homeschool. Bagusnya sih, les-les saya udah mulai lagi dan saya akhirnya bisa gerak dari sofa di rumah. Paling ngga keluar rumah dan pergi ke tempat les. Drum lah, kumon lah, apa lah--oh, dan biola saya mau divakum dulu sebulan lmao. Alasan? Cari suasana baru karena kebetulan lingkungan di tempat les... gimana ya, ngga mendukung? Drum sih masih di situ, tapi biolanya yang mau pindah tempat.

As for aktifitas yang menarik... belum ada kayaknya. Padahal udah ganti banner jadi Sanetoshi, lengkap dengan tulisan 'shibireru darou' di situ, tapi belum juga ketemu sesuatu hal yang bikin saya aktif lagi. Akhirnya ayah saya dapet buku The Little Prince (setelah saya cari ke banyak toko buku yang jual buku impor dan ga ketemu juga, dafuq) yang saya pengen baca sejak ngeliat salah satu page-nya di Tumblr. Kayaknya seru dan bukunya juga menarik.

Oh, whoops, ga boleh sebut Tumblr di luar Tumblr, ya?

Sebenarnya komunitas ini ngga seeksklusif itu sih imo. Kami para fangirl dan graphics maker yang tinggal di situ. Sesekali blogger dan ficcer juga mejeng, tapi lebih banyak ke post berupa gambar. Kalau kata mereka sendiri, orang-orang lifeless dan forever alone yang menghabiskan hari-harinya di tempat PC/laptop, nge-scroll mouse dan nge-reblog post kayak orgil. Lho, kok malah introduction Tumblr, sih? Mungkin karena saya lagi sering ke sana.

Hng--terus saya juga lagi banyak RP. Hutang menumpuk karena saya webe semingguan, terus tiba-tiba pas dikeluarin semua selama sehari jadi keterusan. Cycle-nya akan berlanjut, kalau bener sih nanti pasti bakal webe lama lagi dan kemudian baru bisa niat ngepost lagi setelah itu. Belum lagi ini ada lapak baru (AniDurmstrang, harr harr) dan saya seneng akhirnya bisa bikin karakter pureblood yang memang keluarganya punya saya yaoloh, masalahnya sekarang harus mikirin sejarah singkatnya dulu.

Terus, tahu ngga, post ini kok bentuknya kayak postingan kalo saya lagi nge-rp ya?

OTL

Thursday, November 17, 2011

Karena saya ngga tau mau mulai darimana

Mari kita buat post ini serandom-randomnya (alias 1 paragraf topiknya udah beda-beda semua) /o/

Saya lulus ujian musik! Jujur, walaupun katanya ada jaminan bahwa kita semua bakal lulus, saya sempet ngira kalau nama saya ngga akan ditulis di daftar siswa lulus yang terpampang di bulletin board tempat les. Rupanya ada trolololol, akhirnya bisa nafas lega juga. Yang biola ngga spesifik nilainya, hanya dibilang kalau saya lulus. Sedangkan yang drum, kalau ngga salah 76/100 (yah, lumayan untuk ujian pertama ;;) dan nilai untuk main lagu itu yang paling tinggi di tempat les TuT Alhamdulillah, semoga test untuk yang grade 2 lebih siap dan lebih baik lagi hasilnya.

Kemudian akhir-akhir ini saya merasa... aneh. Mendeskripsikan aneh itu juga saya ngga tau caranya, karena saya ngga tau pasti apa yang saya rasakan #eaaaak. Males kuadrat, iya. Galau akademis, pastinya. Bingung tentang kehidupan sehari-hari, iya juga. Kadang merasa ketinggalan sama temen-temen dan merasa left out. Kadang juga saya merasa bego, ga becus ngapa-ngapain dan madesu tingkat tinggi. Gambar ngga bener, belajar lelet banget pake acara males-malesan dulu, dan melakukan kegiatan sehari-hari juga ga becus. Huff. Paling cuman karena lagi masa-masa labil aja, ya ngga?

Omong-omong labil dan kemungkinan itu karena hormon remaja, waktu berjalan cepet banget ya? Bentar lagi udah Desember, terus 2012. Tahun depan saya udah tambah umur lagi lol. Setahun lebih dekat sama ujian paket C pula. Harr harr, ketahuan saya ngga ngapa-ngapain di rumah makanya jadi kerasa cepet begini. Harus nambah aktifitas yang lebih produktif lagi nih.

Oh ya, akhirnya saya ngejar level yang dulu di kumon, lho. Terakhir saya di level K awal pas berhenti dan itu udah sekitar 2 tahun yang lalu dengan beberapa drama ga penting sama ortu lmao. Dengan berat hati saya harus ikut lagi demi menunjang matematika di SMA (dan faktanya memang manfaat ikut kumon baru kerasa sekarang daripada dulu pas di SMP derp) pada bulan Juli lalu. Setelah tes penempatan, saya dicemplungin ke level F, which is level anak kelas 6SD dan saya berhasil diketawakan oleh ortu lagi karena hal itu. Untungnya karena saya udah pernah melewati itu semua, dalam kurun waktu 5 bulan saya berhasil ngejar 5 level pula. Parah banget ini ngebutnya, padahal dulu seinget saya level G aja butuh waktu 8 bulan huahaha. Well, I guess this proves that my understanding in maths has increased over the years.

Dan terakhir, bagai seorang Shion yang kehilangan Nezumi, saya masih tetep ga bisa melupakan NO. 6 setelah animenya tamat bulan September lalu.

Sekian.

Tuesday, November 8, 2011

Antara Rumah dan Sekolah

Sebentar lagi saya sudah setahun menjalani homeschooling--cepet juga ya berjalannya waktu, ngga kerasa sudah cukup lama juga saya tidak menginjakkan kaki di gedung sekolah untuk belajar. Sekarang saya belajar di rumah atau di tempat les. Ke sekolah pun ke sekolah lama saya karena jemput adek dan sekalian ketemu temen-temen lama. Memang sih ada yang namanya twitter, tapi berbicara langsung dan lewat media elektronik itu tentu saja rasanya berbeda. Saya pun juga begitu, rasanya lebih ekspresif dan lebih plong kalau ngomong langsung.

Sejak homeschooling saya juga jadi lebih santai. Ridiculously santai, saking santainya saya suka bercanda sama orang kalau saya ini pengangguran. Lagian, hectic project itu ngga ada tuh di homeschool. Hectic PR mungkin ada, tapi ngga separah sekolah biasa. Class rival juga ngga ada karena toh kita belajar sendirian aja di rumah dengan pace kita sendiri. Kalaupun memang mau membandingkan nilai, akhir-akhir ini saya jadi ngga terlalu peduli tentang kompetisi.

Jelek, memang, tapi karena memang jarang ketemu orang dan pergi ke sekolah pola pikir saya tentang nilai dll jadi begini.

Tapi kayaknya yang paling bikin saya kangen adalah orang-orangnya. Kayak yang tadi saya bilang, saya ketemuan hampir tiap hari sama temen-temen yang lama karena waktu luang saya buanyak sekali. Kalau lagi beruntung, teman-teman yang udah pindah sekolah juga sering mampir dan kita bisa ngobrol-ngobrol juga. Stress relieve banget bisa refreshing dan bercanda bareng mereka, tapi stress saya mungkin beda sama para siswa yang mengaku galau SMA atau tahun terakhir SMP itu.

Okelah dengan homeschooling learning pace itu bener-bener so zetta me dan saya bisa belajar apa pun yang saya mau, dengan kurun waktu yang saya mau, dan juga ngga perlu bikin tugas belibet--cukup catetan saja asal saya bisa ngerti dan ngerjain soal pas ujian. 'Sekolah' itu cuman sejam dan itu pun dua kali seminggu. Sisanya saya sibuk dengan les, entah itu les musik, kumon, dan masih banyak lagi. Living the life banget. Bangunnya bisa siang karena kegiatan rata-rata baru dimulai jam 10 pagi. Mau gambar waktunya banyak. Nge-fic juga. Baca buku juga. RP juga. Internetan apalagi. Tapi, yah...

...

Saya kangen ngerumpi bareng pas ngerjain tugas di kelas. Saya kangen bagaimana sekelas itu kompak kalau ngerjain atau ngga ngerjain PR. Kangen nge-spam timeline twitter dan online YM/MSN bersama temen-temen seangkatan karena besok due makalah presentasi yang ada tiap term. Kangen curcol dan berkepo ria tentang gosip-gosip di sekolah ataupun di luar sekolah. Kangen nobar film tiap akhir tahun atau pas lagi kelas kosong. Kangen ketawa-ketawa bareng guru yang udah berasa kayak temen deket. Kangen nge-suram bersama saat sekelas diceramahi oleh guru. Kangen makan siang bareng di kantin, tukeran makanan dan bercanda-canda saat makan dan ngegaje pas waktu istirahat.

Ya, saya rindu itu semua, dan saya kesulitan mendapat mereka saat homeschooling.

Sunday, October 30, 2011

"Coba, mainin appergio C mayor"

"...hah?"

Daaan itu adalah salah satu kebegoan seorang Asa pada hari yang indah ini. Di Jakarta sih lagi hujan, dan saya suka hujan, jadi saya bilang hari ini hari yang indah. Tapi saya ngga akan membicarakan cuaca di post ini karena nanti saya malah melebay ria pake hiperbola tentang betapa saya cintanya sama hujan.

Ahem--jadi, alkisah hari ini si Asa ikut ujian musik, lebih spesifiknya sih ujian drum sama biola. Ini ujian pertama saya dan srsly, persiapan saya kayaknya kurang banget apalagi untuk ujian biola. Kalau yang drum sih lagunya gpp, teorinya yah okelah, pas bagian suruh mainin beberapa beat juga kayaknya gpp. Giliran biola--JENG JENG, cengo saya di depan pengawas.

Mari kita mulai dari ujian drum.

Saya dateng, buka pintu gedung les, langsung disambut sama lautan orang-orang mulai dari murid, orang tuanya, dan juga staff ujiannya. Sofa-sofa di ruang tunggu dipindahin, diganti sama kursi-kursi yang ada meja kecilnya dan saya langsung disuruh ngerjain ujian teori di situ. Ujian teorinya ga ketat-ketat amat, malah tempat ujiannya tuh di tempat yang kelihatan banyak orang. Selain fakta kalau saya lupa apa arti 'birama' (ngeblank, biasa lah), alhamdulillah yang lain bisa dijawab entah dengan baik atau tidak.

Setelah itu saya nunggu dipanggil untuk ujian praktek. Lumayan, sekitar sejam baru dipanggil dan untuk ngabisin waktu saya nge-doodle. So, intermezzo sedikit biar ga sakit mata liat tulisan terus, inilah dudelnya.



Kenapa saya gambar Rosetta!Gumi? Well, lagu yang saya bakal pake untuk ujian adalah Rosetta, jadi biar menghayati gitu lho /alah/. Pas banget, setelah saya naro sketchbook di dalam tas, saya dipanggil sama guru pembimbing saya untuk masuk ke ruang ujian.

Langsung saja saya disuruh duduk di depan drum dan main beberapa beat yang sudah ditentuin oleh si pengawas. 3.5/5 saya bisa mainin dengan baik--semoga aja si pengawas itu ngelulusin saya di bagian yang ini (yay). Selanjutnya langsung ke lagu dan kebetulan juga bagian yang saya tunggu-tunggu. Untung pengawasnya nyantai, kalo ngga saya bakal kagok setengah mati pas main lagunya--which I didn't, and I think I did pretty well (walaupun kata pengawasnya saya harus agak lebih hati-hati dalam tempo beatnya setelah fill-in ahahah ;;))

Ujian drum selesai, tapi saya belom bisa nafas lega karena masih ada ujian biola yang oh-so frightening. Karena lapar dan masih ada interval sejam sebelum ujian biola dimulai, saya pergi ke kantin buat ngambil makan (gratisan euy, udah gitu saya dapet 2 kupon makan karena ujiannya 2 ihiy). Saat itu juga saya jadi ngobrol sama tante-tante yang anaknya ikut ujian biola, terus dia juga nanya-nanya tentang biola sama saya. Ujung-ujungnya, as usual, jadi ngomongin homeschooling (karena pasti ada pertanyaan "kamu sekolah di mana?" dan jadi ke sini).

Tante-tantenya keliatan baik, sih, tapi karena harus pergi ke ruang ujian saya undur diri (?) dan langsung ke ruang tunggu. Waktu nyampe di situ saya langsung dipanggil sama pengawasnya tapiiiiii pas udah di depan ruang ujian, salah satu staffnya bilang gini sama saya (demi kenyamanan dan keamanan bersama, saya akan sensor beberapa bagian):

"Sa, guru pembimbing kamu belum dateng."
"Ha?"
"Kak Piip belom dateng, jadi biarin murid yang setelah kamu ujian dulu ya sambil nunggu dia nyampe sini."
"Oh, oke..."

Setelah murid itu selesai (lama banget ujiannya--20 menitan ada, kali), dia nyamperin saya lagi.

"Sa, guru kamu ga dateng."
"..............terus gimana?" << dalam hati berbagai profanities dikeluarkan
"Kamu mesti sama Pak Piip nanti dibimbingnya. Kak Piip pergi ke Piip ga bilang-bilang."

Jadilah saya mesti masuk ruang ujian itu sendirian--as in, ngga tau pengawas atau guru pembimbing saya dan nervous level jadi makin parah karena hal ini. Bagian teknik, srsly, ANCUR BANGET IDON'TEVEN OTL. Disuruh mainin beberapa tangga nada dengan legato 2 dan saya lupa nge-legato pas disuruh mainin tangga nada G yang dua oktaf (padahal kyknya ya, ini nilainya tinggi sob). Terus pas disuruh appergio pertama kali, saya cengo dulu karena lupa total apa itu yang namanya 'appergio'. Thankfully, di bagian lagu kayaknya oke-oke aja karena Etude 15 dari Suzuki 1 udah pernah saya mainin buat konser dan Minuet 3 sering saya mainin dulu di piano.

Selesai ujian--langsung cabut liek a boss. Eh, tapi sebelum saya ngambil makan lagi karena kupon yang terakhir belom kepake #dor. Saya belom nanya sih nilai ujiannya keluar kapan, yang jelas semoga--SEMOGA--lulus. Amin.

Monday, October 3, 2011

Hard Disk, Oh, Hard Disk

Bagi seorang penonton anime, hard disk adalah salah satu bagian hidup mereka yang sangat penting. Apalagi untuk para downloader seperti saya yang tiap episode-nya di-DL, bukan di-streaming. Alasannya sih bisa macem-macem, biasanya karena koneksi yang labil makanya lebih enak nge-download. Kalau saya pribadi memang karena koneksi dan juga biar bisa ditonton ulang. Siapa tahu lagi bosen atau pengen nge-screencap, kan enak kalau udah di download.

Masalahnya, semakin banyak anime yang di-download tentu saja free space di hard disk berkurang. Saya lagi khawatir untuk season ini karena banyak yang bagus dan pengen saya tonton, belum lagi ada beberapa anime season lalu yang belum sempet saya sentuh karena lagi konsen sama NO. 6 dan Tiger and Bunny (kayak Mawaru Penguindrum, dan beberapa hari lalu atas rekomendasi temen saya, The Idolm@ster) (saya ngga meng-alay, tulisnya emang begitu).

Season ini pun yang wajib adalah Fate/Zero karena sudah rahasia umum kalau saya pengikut Fate/Series sejak nonton anime Fate/Stay Night (yang kalau dipikir-pikir lagi ga bagus2 amat, saya lebih suka versi VN-nya yang jauh lebih lengkap dan jelas). Saya baru baca vol.1 light novel Fate/Zero tapi langsung jatuh cinta sama ceritanya. Mungkin karena karakternya, mungkin karena fakta kalau Fate/Zero itu prekuel, pokoknya keren dan dulu tuh saya pengeeeeen banget dibikin jadi anime. Alhamdulillah akhirnya dibikin juga dan episode 1 ngga mengecewakan saya.

Terus ada Bakuman S2 yang ending season 1-nya jelas-jelas ngegantung. Shakugan no Shana S3 juga masuk list walaupun saya udah agak lupa ceritanya. Nontonnya udah lama banget, mungkin yang season 2 itu sekitar 2 tahun yang lalu. Kemungkinan saya juga akan nonton Persona 4 males main game-nya dan season 2-nya Sekaiichi Hatsukoi (yang terakhir ga yakin karena saya sedang menjauh dari yaoi-tanpa-plot).

Jadi, yah, harap-harap-cemas hard disk saya cukup untuk season ini. Ditambah lagi saya pakai PC keluarga, gawat juga kalau taro anime yang agak bahaya terus tiba-tiba dilihat. JENGJENG, habis sudah riwayat saya menjadi watcher.

Kalau kalian gimana? Apa aja anime yang kalian mau ikutin di season ini? 'u'

Tuesday, September 27, 2011

Hamlet? Omelette?

Alkisah sekitar dua tahun yang lalu, seorang Asa sedang ngobrol bareng temannya yang suka banget sama yang namanya literatur Inggris. Harry Potter, teenlit barat, sastra klasik, puisi, digarap semua olehnya--beda sekali dengan si Asa yang tidak jelas apa buku bacaannya. Tiba-tiba, temannya bertanya apakah Asa tahu apa itu Hamlet.

"Sa, tau Hamlet ngga?"

Pikir sejenak. Nope, tidak tahu. "Apaan tuh? Makanan?" jawabnya dengan muka yang polos--sama sekali ngga dibuat-buat kalau dia ngga tahu apa itu Hamlet. "Kedengerannya kayak omelet,"

"ITU JUDUL BUKU, GOBLOK," sahut temannya yang kaget karena si Asa ini ngga tahu.

"SERIUS? Yang ngarang siapa?" tanya balik.

"SHAKESPEARE!", sahut temannya lagi, dan kali ini terdengar dari nada bicaranya bahwa dia sedang melakukan mental facepalm di kepalanya.

"I SEE."

INI BENERAN HAHAHAH duh saya memang lemot banget kalo ditanya tentang sastra klasik atau sastra lama, ngga Indonesia ngga Inggris. Alasan saya mulai baca-baca karya Shakespeare aja karena NO. 6. Sastra Indonesia yang lama-lama juga saya baca karena tuntutan sekolah dan sempet waktu itu karena dijanjikan 1 buku = 1 figurin sama ayah.

Bukannya saya benci, emang dari sananya saya ngga pinter sama kata-kata jadi susah ngertiinnya. Plotnya sih oke-oke aja, tapi bahasanya yang susah dicerna itu yang bikin saya males baca. Apalagi kalau bukunya masih pake ejaan lama--dear lord, pengen headdesk karena jadi dobel effort untuk masuk ke otak. Kalau kalian gimana dengan sastra lama, guys? 'u'

Sunday, September 4, 2011

WHO LIVES IN THE PINEAPPLE UNDER THE SEA

Sebelum menjawab pertanyaan yang ada di judul, agak telat sih tapi saya ingin mengucapkan, 

minal aidzin walfaidzin dan selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan o/ 

Tahun ini alhamdulillah saya bisa sholat ied karena tahun lalu ga bisa. Alasannya? Masalah cewek lah, untung tahun ini ngga kejadian lagi.

Nah, bagi seorang Asa, tiada hari raya tanpa yang namanya mudik ke Tanjung Pinang (pokoknya itu di Sumatra. Cek peta kalau ngga tau). Di sana ada keluarga besar dari bagian ibu saya dan pastinya satu rumah itu ramenya minta ampun. Ada nenek dan kakek yang baik buanget, tante dan om yang sifatnya macem-macem, juga ada saudara saya mulai dari yang paling ngocol sampai yang paling nyambung kalau ngobrol sama saya.

Tahun ini bisa dibilang saya lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan kekeluargaan HALAH BAHASANYA. Maksudnya, saya ngga cuman diem di kamar main DS atau dengerin musik, tapi mau masuk dapur dan bantu-bantu masak buat hari raya. Yang paling ajaib (buat saya sih ini ajaib, buat kalian ngga tau deh), saya jadi volunteer buat main sama saudara saya yang masih bayi. Biasanya saya ngga mau deket-deket anak kecil yang di bawah lima tahun, tapi ini oke-oke aja dan malah saya yang keseruan sendiri pas main sama dia lol.


Saya bantu-bantu bikin nastar lol Seharusnya sih bentuknya bulat, tapi saya mulai bosen di tengah-tengah dan akhirnya bikin bentuk yang lain bareng sama saudara.

Keluarga saya juga punya tradisi tiap tahun dimana kita ke pantai dan main seharian. Kali ini kita nginep lagi, tapi ada beberapa orang yang ngga ikut karena mereka pergi ke Singapore (kalau saya bawa paspor kemungkinan bisa ikut, tapi karena ngga, ya, ngga ikut orz). Nevertheless, seru banget! Justru bagian inilah yang menurut saya paling berkesan di mudik tahun ini.


Adek saya ketemu kerang yang bentuknya mirip kupu-kupu. Keren deh *u*

Berangkat pagi dan sampai siang, kami para anak-anak langsung nyebur ke laut. Yang laki-laki sibuk nyiapin pancingan, sedangkan yang perempuan duduk-duduk, ngegosip sambil makan-makan. Saya ketemu BANYAK banget binatang-binatang yang aneh. Tahun lalu lautnya dibajak sama segerombolan ubur-ubur, jadi kita ngga bisa berenang. Kali ini ubur-uburnya ngga ada, tapi jumlah rumput lautnya ngga nyantai banget. Alhasil kita ngga bisa berenang dengan puas di laut, cuman jalan-jalan dan rendemin badan aja.

Barusan saya bilang binatang aneh--apa aja? Saya dan ketiga saudara (semuanya cowo, saya cewe sendiri di sini lol) yang melakukan petualangan di laut menemukan teripang, kepiting--mulai dari yang warna putih sampai hitam, ikan--duhh namanya juga laut, dan..... JENG-JENG-JENG


SAUDARANYA (?) PATRICK.

Rahasia umum kalau saya punya obsesi aneh sama bintang laut. Pas ketemu Pak Patrick ini di deket batu pun noraknya kumat dan langsung kenalan dan salaman sama dia. IYA SAUDARA-SAUDARA, SAYA SALAMAN SAMA BINTANG LAUT << tolong di tampar karena ga jelas. T-tapi lucu lho, kelihatan kakinya dan pas saudara saya yang kecil ngga sengaja bikin Pak Patrick kebalik saya bisa liat mulutnya dia.

Malemnya saya dan saudara saya yang seumuran ikut yang bapak-bapak mancing lagi. Malem sekitar jam 12an gitu pintu kamar diketok--ayah mau ngambil roti buat bekal dan akhirnya saya ikut. Dengan pancingan yang super duper simpel (benang dengan kail + pemberat diiket ke buletannya tape dispenser), saya iseng-iseng ikut mancing dengan saudara. Ayah dan kedua om pakai pancingan yang beneran--kelihatannya pro banget lol. Hasilnya? CUMAN DAPET 1 IKAN LOLOL dan itu pun ngga sengaja dapetnya. Pas saya coba pake pancingannya sih saya dapet--dapet kepiting 2 ekor terus malah lepas orz

At least dapat pengalaman sih, dan saya juga belum pernah mancing malem-malem kayak begitu o3o


This machine still exists omg. Dan itu bukan saya--wong saya yang motret kok.

Hari terakhir diajak ke mall untuk main. Om dan tante beliin kita koin buanyak banget dan saya masih agak bersalah karena ngga main sampai koinnya habis orz Emang dasar saya udah ngeplot sejak di mobil mau main apa, masuk-masuk habis beli koin tuh langsung nongkrong di depan mesin DDR HAHAHA Hebatnya lagi, DDR di sini masih 4th mix! Udah lama banget saya ngga main yang itu, kalau di Jakarta saya biasanya main yang DDR X.

Yah, begitulah mudik lebaran saya tahun ini. Seru--lebih seru dari yang tahun lalu malah, dan semoga tahun depan bisa lebih seru lagi! /o/

Sunday, July 31, 2011

Sepeda, Oh Sepeda

Pertama, akhirnya ngerombak layout karena 1). layout yang sebelumnya memang lebih keren dan rapi tapi ada beberapa hal yg ngga ada, 2). akhirnya ketemu background yang sekarang, dan terakhir 3). Asano Atsuko, novel anda ini sungguh....ajaib.

Kedua,

akhirnya saya naik sepeda lagi setelah kurang lebih setahun lho HUAHAHA.

Ceritanya saya janjian mau karaoke sama temen-temen, tapi berhubung ayah (satu-satunya orang yang bisa nyetir di rumah) lagi camping sama temen-temennya dari komunitas offroad jadinya saya mesti berangkat sendiri. Kebetulan rumah temen cukup deket, 15-20 menitan lah kalo naik sepeda, alhasil saya naik sepeda ke rumah dia dan baru pergi ke tempat karaokenya. Lumayanlah olahraga, sepeda saya sepeda gunung juga jadi bisa di-setting juga kalau butuh challenge (biar sepedanya jadi lebih berat gitu, if you know what I mean).

Nah sebelum pergi ini rupanya....JENG-JENG-JENG, sepedanya rusak! Jelek banget, padahal udah ngesok gitu bawa sepeda keluar rumah tapi tiba-tiba ga bisa digowes karena bagian rantainya ada yang lepas. Fail-nya ngga sampai situ doang, akhirnya saya menginspeksi masalahnya dan rupanya rantainya nyangkut dan ada suatu bagian yang ngehalangin. Saya sama pembantu di rumah akhirnya bawa tang dan obeng dan saya mulai ngutak-ngatik itu sepeda.

Baru satu sekrup yang dicopot sekrup kan ya namanya tiba-tiba ayah saya datang! Kalian tanya--kenapa datang? Rupanya pagi itu dia sedang ngurusin anak anjing yang di rumah sebelum ditinggal camping. Jadi di tengah-tengah 'betulin' sepeda, dia nyamperin saya dan nanya.

Ayah: Kenapa, Sa? Kok belum pergi?
Saya: Sepedanya rusak pak, ini lagi dibetulin.
Ayah: Hah? Rusak kenapa? Mana sini-sini, bapak liat.

Dan saudara-saudara sekalian, dia ketawa dan saya yakin kalau dia suka nge-browse hal yang sama kyk saya dia bakal bilang "FAAAILLL!!". Kenapa?

Ayah: *sambil ngakak* Yaelah, ini kan giginya doang yang ngaco, kenapa pake acara bongkar2 segala?
Saya: .......................
Ayah: *muterin bagian ganti gigi di pegangan sepedanya* Tuh.
Saya: .......................... orz

BEGITU, SAUDARA-SAUDARA. Dengan mudahnya ayah saya mengganti giginya dan JENGJENG, sepedanya langsung betul. Akhirnya sekrup itu dia yang masang balik dan sepeda saya diutak-atik lagi soalnya udah jarang dipake, kayak bel-nya, tempat duduknya dll. Barulah setelah fail parah itu saya pergi ke rumah temen.

Di jalan saya hampir ketabrak motor dua kali dan mobil sekali karena udah lama ga naik dan harus saya akui--itu masih jam 10an jadi saya belum 100% bangun. Tetapi puji syukur kepada tuhan saya sampai di rumah temen dengan selamat dan setelah itu kami pergi ke tempat karaokenya dan kami (saya, temen saya yg saya datengin rumahnya, dan 4 orang lainnya) nyanyi sampai tenggorokan sakit. Karena selesainya agak malem, akhirnya mampir ke Plaza Senayan buat makan dan ngobrol-ngobrol.

Sampai di rumah temen saya lagi itu udah malem, jadi saya bilang ke ortu kalau butuh nginep biar pulangnya besok aja pake sepeda. Dibolehin, dan akhirnya saya bisa lanjut ngobrol lagi sama dia. Besok pagi jam 10an saya pulang ke rumah dan hebatnya jalanan ke rumah JAUH lebih sepi daripada kemaren lsdjas;dlkjf

Setelah kejadian itu mungkin saya akan lebih banyak naik sepeda lagi. Toh udah bener dan saya memang butuh olahraga. Sekalian untuk nunggu buka puasa juga kan bisa tuh o3o Jadi last but not least, buat yg merasa, selamat menunaikan ibadah puasa 8D/

Sunday, July 24, 2011

Sports?

Jikalau seorang Asa dan soal cerita sudah menjadi musuh abadi sejak jaman dahulu kala, entah sama olahraga itu apaan.

Saya suka main basket, dan saya juga oke-oke aja sama main badminton dan naik sepeda. Dulu saya pernah ikut berkuda--heck, pernah ikut lomba dan thankfully menang juara 3 jumping yang buat beginner walaupun 3/4 of the time saya ga sadar lagi ngapain lmao. Eventually saya berhenti karena masuk SMP dan waktu saya ngga cukup. Setelah itu pun olahraga yang saya lakukan hanyalah saat pelajaran PE di sekolah dan naik-turun tangga di rumah.

Sekarang setelah saya kabur keluar dari sekolah dan ikut homeschool? GA ADA LOLOL paling cuman di rumah naik-turun tangga dan olahraga jari dengan ngetik. Drumming sama biola juga olahraga lengan sih, tapi yah, ga bisa disebut olahraga juga ;; Dengan itu pun pola hidup saya memburuk, badan saya ga biasa sama kegiatan fisik yang berlebihan, ah pokoknya payah deh. Mungkin saya stretching dan loncat-loncat gaje walaupun sangat-sangat jarang, but that's not enough.

Sampai akhirnya saya melihat cahaya harapan yang mungkin--MUNGKIN, bisa membuat saya bergerak.



happi shinsesaiza kimi no mune no oku made

SAYA LUPA, SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN, KALAU MENARI ITU OLAHRAGA. Setelah melihat video Anima sang utaite nyanyi Happy Synthesizer dan juga nari, saya jadi tergerak /halah/ untuk belajar tarian lagu ini. Hasilnya? Sudah mau seminggu dan yah--lumayan, udah bisa sekitar 50% gerakannya. Saya kesulitan di kaki, di tambah lagi saya memang ga jago nge-dance lolol.

Kemaren juga pas saudara saya dateng ke rumah, tante saya cerita-cerita soal yoga dan saya jadi tertarik sama itu. Ortu sih setuju kalo yoga itu bagus (dan tentunya mereka juga setuju kalo saya harus lebih banyak gerak) jadi kemungkinan besar saya dibolehin les. Cuman err--kebiasaan les privat = denger-denger kalo kelas yoga itu bareng-bareng = w(oAow)

Sunday, April 10, 2011

BABY BABY OOH LIEK BABY BABY NOO--/slapped

Yesterday was my friend's birthday and I had loads of fun the whole day with my other friends (One of them was Mino btw. I'll just mention their names with initials in this post). I came home tired but I didn't really care because I've been at home for a very long time now and haven't been hanging out with my friends a lot lately. I admit that hikkikomori life for me is boring when you don't go out every now and then 8|a

First thing was of course, lunch. We had lunch at Pasta de Waraku and honestly it was my first time there and I was actually excited about the fact that I'm finally going to try the infamous spaghetti there lol. I've gotta say that it tasted great but the portion was a bit too small for me (I eat a lot okok). Nevertheless it was great and I absolutely love the teriyaki, it was really soft and easy to chew *u* Then we had hanito and ate it together. After that, the pastry we all have been waiting for, the birthday cake! It was also good, because usually I don't like cream but this was nice.

After that we went karaoke and again, I'm excited to do this because I haven't done this in a long time and I haven't done it with my friends like this. Last time I went was with my online friends so I guess the feeling's different. Believe me it was different, because this time was a lot more fun and crazier! One of my friends D and Y were really good at singing and it was them who mostly raped the mic the whole session. I sang Tik Tok because, uh, idk I just did okay ;; And my voice was horrible 'cause I have no talent in singing orz

Oh, and guess what song we chose first?

...

*points at the title of this post* BABY BY JUSTIN BIEBER BECAUSE WE ARE AWESOME LIKE THAT. The first song was, in my opinion, the craziest one because D was singing while playing around with the lamps so the room looks like there's a disco going on and we were all jumping on the couch. Even I who wasn't actually a party person joined in and abused the camera on my iPod. Y was also standing up and singing like mad and I think we were reaaalllyyyy loud then. We also sang SM*SH's I Heart You for fun but we ended up laughing 40% of the song, so yeah. I also recorded a few songs but akdjsfkl;sd it's too embarassing to post it here .////.

Crazy karaoke session done, next we went to Fun World to play (duhh). The birthday girl and most of my friends played a shooting arcade while me and Mino played DDR. Duuuude you have no idea how I've been dying to play DDR with Mino and DAMN WAS SHE GOOD LDJFA;LSDKJ I collapsed in the middle of the 3rd stage because there were jumps in the end and my feet just couldn't take it anymore orz I was proud of myself for getting more 'marvelous' scores but if it's combos you're talking about, then she wins 8|a

Last thing (for me) was accompanying Y and Ir to Starbucks, but then I had to go because my dad called me orz;; That day was extremely fun and tiring but I hope that we can do it more often!

...and then I have this crazy idea of drawing the karaoke session because it was that great imo. Hand y u no have the skills to do that laksdjflsk;djflsd