Monday, November 25, 2013

Sebenarnya Nggak Nyasar Juga, Sih

Haihai! Apa kabar semuanya? Kalau pakai bahasa Jerman, "Apa kabar?" itu "Wie gehts (es dir)?"

#asik

Tapi berhubung bahasa Jerman saya masih amburadul, marilah kita pakai bahasa Indonesia dulu daripada nanti ada orang Jerman yang baca ini blog dan keburu komplain karena Jerman saya parah sekali. Makanya saya juga nggak ngerti kenapa ada juga orang yang bilang "Du sprichst gut Deutsch!" (Literally "Kamu bicara bahasa Jerman yang bagus!" tapi biar lebih enak, mendingan di-translate jadi "Bahasa Jermanmu bagus!"), padahal ngelafal "Die köpfe" (translate: kepala (plural)) saja nggak bener sampe sekarang.

Anyways, di sini nggak bakal ngebahas panjang lebar tentang bahasa, tapi mau semacam cerita bahwa seumur-umur baru kali ini ngerasain sensasi nyasar dan harus kemana-mana sendiri. Berhubung di Jakarta nggak dibolehin naik kendaraan umum (karena faktor keamanan juga), merupakan pengalaman yang sangat berbeda begitu harus sendirian dan harus pakai kendaraan umum dan/atau jalan kaki kalau mau kemana-mana di sini. Namun karena udaranya segar (paling nggak jauh lebih segar dari Jakarta) dan kendaraan umumnya bagus, dibawa enjoy saja di sini. Belum lagi saya di sini diberikan fahrkarte, yaitu kartu transportasi umum yang—in my case—dapat dibeli perbulan, dan kalau punya kartu ini bisa naik bus + kereta (S-bahn & U-bahn) + water taxi secara gratis asal nunjukin itu kartu ke supir bus/kereta (kalau dicek)/water taxi-nya. Cetar membahana.

Nah—sudah sekitar 2 minggu di sini, dan acara nyasar-nyasar sebenarnya masih ada juga walaupun lama kelamaan sudah mulai berkurang (semoga). Mulai dari nggak ingat jalan pengakuan: ini faktor utama sering nyasar HAHAH, salah naik kereta 4 kali waktu mau pulang dari camp AFS gara-gara masih nggak mudeng sama sistem platform dan rute-rute keretanya, salah turun halte bus, banyak deh. Cuman, yah, emang yang namanya belajar lebih cepat kalau lewat pengalaman. Lebih cepat inget jalan kalau udah sering nyasar.

Waktu salah jalan mau balik dari sekolah ke rumah, cuman gara-gara keterusan jalan dan salah ngambil belokan #...

Maka beruntunglah saya punya satu teman AFS di Jerman yang juga tinggal di Hamburg. Bagai jadi tour guide dadakan, dia ngajak saya keliling pusat kota dan rasanya saya nggak akan nyasar parah sekarang kalau seandainya terdampar di sana pada suatu hari #hei Pengenalan kota (termasuk rute-rute kereta, halte bus/kereta patokan, dll), jalan-jalan dan mampir ke tempat-tempat menarik, dan juga sedikit wisata kuliner (walaupun cuman döner yang terkenal dengan porsi gede + rasa enak + harga oke dan es krim seharga 90 sen saja).

Harbour-nya (sekilas info: Hamburg terkenal sebagai 'kota pelabuhan'), salah satu taman dekat central station (Hauptbahnhof), dan depannya Hauptbahnhof sendiri yang selalu lengkap dengan orang-orang yang kelihatan buru-buru (I'm not even kidding).

Hamburg at night! Kesampean juga mau night photography di kota dengan pantulan cahaya lampu ke air, hahah.

Dan sekali lagi saya bilang, setelah jalan-jalan dengan dia, saya jadi lebih tenang karena ngerasa "paling nggak kalau nyasar udah ada beberapa patokan" (...) dan mulai merasa familiar dengan kota tempat tinggal untuk 9 bulan ke depan. Lagipula kalaupun masih suka nyasar (jangan sampe), saya nggak merasa segitu takut kalau nyasar di Hamburg. Beda sekali dengan di Jakarta—semua transportasi sudah punya jadwal dan memang teratur nggak kayak busway yang dulu sempet on-time 3 menit sekali tapi sekarang sampe baris di depan halte-nya, jalanannya terstruktur, udara isinya nggak cuman asap sehingga kalau mau jalan kaki jauh masih merasa nyaman, dan juga pemandangan—yang menurut saya—bagus buat cuci mata.

Makanya bener juga kata hostmom saya di sini—asal bermodal fahrkarte dan mental bagus (alias nggak kemudian jadi super panik dan nangis waktu nggak tau jalan), pasti bisa pulang ke rumah dengan selamat.

Saturday, November 9, 2013

And I am now in...


Posting from Hamburg, Deutschland.

Wow.

Akhirnya nyampe juga ke sini. Seperti yang dibilang di post sebelumnya, saya menunggu sebuah 'kegiatan' yang akan berlangsung sekitar 8-9 bulan. Said kegiatan adalah program pertukaran pelajar (dari AFS/Bina Antarbudaya) dan kebetulan (atau nggak?), saya ditempatkan di Jerman dan dapat kota di Hamburg. Setelah total perjalanan 20+ jam dari Indonesia, nyampe juga dengan badan utuh di negara ini. Kya.

Dan kesan pertama tetaplah 1.) "Njir, dingin juga, ya." dan 2.) Titans. Titans everywhere.

#hoi

Anyways, I will be looking forward to stuff that will happen in the near future! Semoga saya bisa belajar dan meng-experience banyak hal nanti di Jerman, whoo.

Wednesday, October 16, 2013

Temporary NEET?

Yes—I am now a (hopefully) temporary NEET, alias Not in Education, Employed, or Training. Sekolah sudah selesai, belum bisa kuliah karena menunggu sesuatu ('sesuatu' itu juga akan dilaksanakan selama kurang-lebih 8-9 bulan dan akan dibocorin sebentar lagi), dan waktu untuk nyari kerjaan ataupun magang ke suatu tempat juga mepet sekali. Alhasil, nganggur banget di rumah. Dari dulu kepengen tahu hidup jadi NEET itu gimana, dan sekarang akhirnya bisa ngerasain juga. How does it feel?

Well, mixed feelings juga, sih.

Di satu sisi lepas dari beberapa kewajiban dan rasanya plong, kecuali kalo mendadak lupa ada PR les yang harus dikumpulin keesokan harinya #... Waktu luang juga buanyak sekali, dan jauh lebih banyak dari waktu homeschooling dulu. Untungnya (?) sih, akhir tahun ini deretan convention banyak sekali, jadi selain switch shop-a-holic nyala, jadi termotivasi juga ngeliat karya-karya orang lain.


So, sepertinya dari tengah bulan lalu sampai sekarang, saya fokus ke 'getting the hell out of my comfort zone in drawing'. Hasilnya, menurut saya, efektif banget, secara saya ini notorious dan sering diasosiasikan dengan kata 'mager' dan/atau 'malas'. Jadi nemu hal-hal yang baru dan berhasil eksperimen juga, dan karena itu pula "akhirnya kesampean nyoba X" bisa diucapkan. Asik.

Selanjutnya? Lanjut, dong. Masih banyak hal yang pengen dilakukan, yang pengen dicapai, tancap gas, gan. Lanjuut.

(Tapi jangan lanjut jadi NEET. Serius, nganggur kayak gini bosen juga, ya. Pengen ngapaiiin, gitu. Semoga 'sesuatu' itu cepat terjadi, deh. Nanti diceritain di sini kok.)

Wednesday, August 28, 2013

Change 2.0??


Dari dulu pengen nyoba warnain rambut dan akhirnya kesampean juga, hahah. Kirain ribet, ternyata hair dye yang saya pakai ini sangat ridiculously easy sampe saking skeptisnya, waktu saya bilas rambut, saya teriak sendirian di depan kaca kamar mandi: "LHO BERUBAH BENERAN HAHAHAAH—"#maafkandaku #maklumbarupertamakalinyoba

Terus setelah berhari-hari mencari nama warnanya—saya masih belum nemu warna pastinya apa. Paling deket sih burgundy tua, cuman kayaknya nggak semerah itu. Jadi ini rambut tuh... campuran coklat/merah tua/ungu/hitam. Kalau di dalam ruangan jadinya hitam, tapi ada hint-hint ungu dan merah tua. Kalau di bawah sinar matahari, kelihatannya coklat tua kemerahan + ungu dikit. Nah, lho.

Iya gado-gado ya, tapi jadinya imo memuaskan. Kapan-kapan coba lagi ah pake warna lain yang mirip-mirip merah begini.

Tuesday, July 9, 2013

GJUI 2013, Comifuro, dan Debut Para Bajak Laut

Tahun lalu saya datang ke GJUI sebagai pengunjung dan tukang belanja. Tahun ini, saya datang sebagai partisipan comifuro dan..... tukang belanja. Masih. Kayaknya kata 'belanja' itu nggak bisa lepas dari seorang Asa, ya. Untung tahun ini teman baik dan bro satu stand saya yang bernama Mino berbaik hati untuk membelikan saya barangnya dahulu. Kalau nggak, gimana cara ini bakal kelewatan banyak sekali barang bagus?

Sebenarnya ini cerita berawal dari tiga bulan yang lalu saat pendaftaran Comifuro alias Comic Frontier baru dibuka. Art circle kami, Pirates of the Irregular Table, sudah ada sejak lama, tapi sampai sekarang masih stagnan-stagnan saja. Makanya kami ingin mencoba sesuatu yang baru, sampai akhirnya kita mengumpulkan nyali untuk mengisi formulir dan daftar Comifuro 2. Wah. Pertama kali ikut convention dan langsung Comifuro.

Panik? Pasti.

Hal-hal yang terjadi sewaktu kita mempersiapkan Comifuro ini tentunya banyak sekali. Mulai dari planning ngerjain doujin bareng Aoi di rumah Hikari yang selalu berakhir jadi sesi ngebo bersama, mengerjakan postcard dan toning doujin di tengah-tengah lautan latihan soal dan ujian (paket C HAHAH ujian terakhir lulus SMA dan saya malah ngerjain beginian orz), nggak tidur bareng beberapa member untuk mempersiapkan ini-itu, wah sekali pengalamannya. Salut banget sama circle-circle yang udah rajin tabling. Jadi begini, toh, penderitaan mereka.

Namun, jerih payah kita akhirnya terbayar. Mungkin nggak semenarik yang lain, tapi rasanya bahagia banget waktu ngeliat stand kita sudah selesai diatur dan siap untuk melakukan penjualan. Rada nyesel sih nggak bawa kamera DSLR, tapi setidaknya sudah bisa diabadikan dengan difoto pakai kamera iPod (yang sebenernya kualitas sampah banget orz).

Pirates of the Irregular Table, siap berlayar!

Lucunya—bentuk meja kita ini nyambung sama nama circle. Meja stand lain itu lurus semua, sedangkan punya kami miring sendiri. Bener-bener Pirates of the Irregular Table, hahah. Barang-barang yang kita jual mulai dari doujinshi (Kuroko no Basket. Genre-nya komedi dan saya juga heran kenapa ide cerita kita bisa senista ini...), berbagai macam prints, postcard, sampai kaos! Hahah, kalo kaos itu ide saya. Sebuah impian masa kecil jualan kaos, sebenarnya, tapi itu mah cerita lain.

Beneran nggak nyangka, ya ampun TuT

Yang paling bikin kaget adalah doujinshi kami berhasil sold out! Heran sekaligus terharu. Terima kasih banyak kepada para pembeli yang telah membeli doujin kita yang waktu masa pembuatannya sudah kami anggap seperti ngelahirin anak sendiri (...). Pokoknya luar biasa kalian semua. Kami akan tetap semangat untuk membuat doujinshi lagi di kemudian hari /o/

Lalu ada lagi pengalaman yang unik, yaitu saya menyanyi di depan umum HAHAHAH. Dulu pernah ikut pandus dan sempat pentas di depan orang tua murid di sekolah, tapi feeling-nya beda banget. Kalau di pandus saya harus pakai falcetto dan bernyanyi bersama teman-teman, kali ini saya sendirian dan mutusin urat malu untuk nyanyi lagu screamo. Belum lagi saya menjadi penutup untuk ajang utattemita ini. Entah gimana ceritanya yang tadinya saya hanya mau menonton acara menyanyi lalu tiba-tiba jadi nyamperin panitia dan nyodorin iPod buat daftarin lagu Escapes-nya Draw the Emotional atas nama Asa, terus sampai di panggung dan mulai nyanyi. Astaga. Saya hanya berharap para penonton di situ terhibur dengan performance dadakan saya sobs.

Nah, sayangnya karena saya kebanyakan jaga stand, jadi saya hampir gak kemana-mana kecuali di area gedung Comifuro itu. Makanya, mungkin karena itu saya juga jadi banyak belanja dan keliling-keliling stand orang. Saya senang di sana bisa menambah kenalan fellow artist, bahkan juga fellow musisi dan penyuka band Foreground Eclipse (plis banget lah ini harus disebut). Puas banget deh hari itu. Belanjanya pun juga puas—dan saya heran kenapa keluar duitnya nggak separah biasa dan... kenapa jadi (hampir) 50% Eva begini...

Loot tahun ini; Mulai dari doujinshi, print, bookmark, sampai CD arrange Touhou.

Oh iya—setelah Comifuro, saya pengen keysmash karena mengetahui eksistensi CD arrange Touhou di Indonesia. Senang banget, karena saya paling doyan sama yang beginian dan gak nyangka akhirnya ada juga arranger dari Indonesia, hahah. Sebenarnya sudah planning mau membuat band arrange Touhou sendiri yang bergenre rock/metal juga, sih. Sayangnya karena tahun ini lagi ada ujian, saya tidak jadi mengeluarkan demo CD (yang ini masih genre akustik) karena masih kurang beberapa lagu. Mungkin untuk tahun depan, Pirates of the Irregular Table bisa buka booth lagi di Comifuro 3 dengan doujinshi yang lebih asik dan juga CD arrange Touhou yang sudah benar-benar nge-rock/metal!! ;u;