Monday, June 13, 2011

'SUP GUYS

Ceritanya kemaren saya baru pulang dari liburan ke Singapore. Kenapa ke situ lagi? Karena ayah saya ada meeting dan akhirnya jadi ngajak satu keluarga. Yah, jujur saya ga begitu betah di sini entah kenapa, tapi setidaknya bisa jalan-jalan kan? Di rumah terus tuh bosen juga lho soalnya.

Kalau ke Singapore ya saya cuman jalan-jalan ke situ-situ aja ;; Ke Orchard dan Bugis pasti, dan kali ini ibu ngajak ke Universal Studios lagi. Padahal ibu saya yang ngajak dan saya awalnya ogah-ogahan, tapi pas udah masuk saya jadi yang paling rusuh lmao. Karena dulu pas pertama dateng pas baru buka jadi beberapa atraksinya ada yang belum beroperasi. Sekarang sih udah, jadi naik yang baru-baru dan ga sempet dinaikin juga dulu.

Walaupun ini replika tapi tetep aja saya seneng jalan-jalan di area The Mummy ini. Ga kebayang saya bakal sehiper apa kalo ke tempat aslinya lol

Pokoknya yang pasti saya naik Revenge of the Mummy (rekomendasi saya!), lalu 4D cinema dan roller coaster Shrek (yang kata ibu dan adek saya ekstrim bngt padahal roller coaster-nya cuman pemanasan buat saya #plak), kayak istana boneka di dufan tapi versi Madagascar, terus juga roller coaster Human vs Cylon (rekomendasi juga, apalagi yang Cylon). Sekali lagi ngga naik yang di bagian Jurassic Park karena bakal basah, soalnya ini kayak arung jeram gitu. Untuk merchandise, saya beli boneka Gingy-nya Shrek (jujur saya belum pernah selesai nonton filmnya tapi langsung suka tokoh ini pas nonton 4D-nya lmao), kaos the Mummy (gambarnya Anubis), plus buku tentang kepercayaan orang Mesir kuno tentang hidup sesudah mati.

Saya naik ini lho ohohoho (yea)
Yang biru itu Cylon, merah itu human. Lebih seru yang Cylon menurut saya, apalagi kalau yang Cylon itu kursinya digantung. Kalau yang human sih kayak roller coaster biasa tapi seru juga kok.

Ke Universal Studios di hari pertama, terus hari kedua-ketiga-keempat belanja dan keliling-keliling Orchard dan Bugis. Di Orchard pastinya ke Kinokuniya lagi dan akhirnya saya dapet The Art of Ace Attorney! Saya juga beli anthology Ace Attorney ceritanya saya lagi kangen sama fandom ini, manga Umineko EP5 (COVER-NYA ERIKA YANG CANTIK BANGET LMAO), buku tentang decoding Hieroglyph buat saya belajar, plus titipan temen yaitu adalah artbook Pixiv yang 2010.

Secowo-cowonya saya, I'm a sucker for plushies orz

Waktu ke Bugis baru sekeluarga rusuh belanjanya tapi tetep aja kayaknya yang belanja paling banyak saya lagi ahahaha ;; Saya dapet boneka Angry Birds yang gede (burung biru yang bisa pecah jadi 3 itu) dan satu set yang kecil-kecil. Saya juga beli skin ipod Angry Birds, tapi entah pakainya kapan soalnya masih enak pake yang sekarang.

Begitulah liburan saya selama lima hari itu di sana o3o Karena ga bisa kontak-kontakan sama temen saja jadi ga bisa ketemuan sama temen saya yang tinggal di situ, padahal saya pengen banget ketemu mereka orz Yah, mungkin kapan-kapan lagi lah ketemunya, dan semoga nanti dibolehin beli merchandise anime (soalnya pas ke toko itu katanya saya udah beli banyak buku, jadi ga boleh beli lagi orz) atau manga lebih banyak di Kinokuniya.

Thursday, June 2, 2011

Review: The Social Network

Facebook, siapa yang ngga pernah denger situs itu? Situs dimana kita bisa berteman dan sharing berbagai hal mulai dari status, foto, atau video dengan orang lain tentang kita. Pertama, iya saya memang telat banget nonton film ini karena pas pertama keluar saya ngga begitu tertarik orz. Denger-denger sih tentang asal-usul FB, cuman saya males aja nontonnya habis kesannya kayak film non-fiksi yang ngebosenin. Rupanya?

Salah.

Film ini berhasil bikin saya diem pas nonton dan setelah selesai jadi mikir. Jarang-jarang sih saya nonton film sampai kayak gini (contoh yang berhasil itu HP DH part 2 sama Inception), dan tentunya itu yang mendorong saya buat bikin review ini.


As I stated before, The Social Network adalah film tentang bagaimana mahasiswa Harvard bernama Mark Zuckerberg menemukan Facebook. Entah harus salut atau geleng-geleng kepala karena permulaan situs ini adalah karena Mark diputusin oleh pacarnya, mabuk terus nge-rant di blognya dan ‘iseng’ membuat website voting siapa murid cewe paling oke dan bahkan kena probation 6 bulan dari Harvard. Tapi talenta dia dalam programming diakui oleh kembar Winklevoss yang kemudian merekruit Mark menjadi programmer untuk membuat Harvard Connection (intinya ini kayak FB tapi khusus anak-anak Harvard).

Dari sinilah ia dapat ide untuk membuat Thefacebook dan akhirnya dia bekerja sama dengan temannya, Eduardo, yang memberikannya dana $1000 untuk memulai situs ini. Nah masalahnya, si kembar Winklevoss ini merasa kalau si Mark mencuri ide mereka sampai-sampai mereka menuntut Mark ke pengadilan. Di film ini juga ditampilkan konflik antara Mark dan Eduardo selaku founder dan co-founder, belum lagi ada Sean Parker yang tiba-tiba ikut menjadi staff Facebook karena sebuah meeting (dia juga yang bilang sama Mark untuk ganti nama dari 'Thefacebook' jadi 'Facebook').

Now then, to the scores!

Plot: 9.8

Keren bangeeet apalagi ini juga diangkat dari cerita asli. Hebat banget ceritanya, dari computer nerd jago programming dan akhirnya bisa menjadi billionaire karena membuat situs social networking ini, padahal itu semua diawali dari masalah kecil (diputusin pacar). Terbukti bahwa no matter how small your actions are, it'll somehow affect someone. Just--awesome.

Character Development: 8

Dalam hal karakter, aside from Mark tidak ada yang membuat saya tertarik. Tapi konflik antar karakternya kena dan bagus, apalagi Mark/Eduardo yang bikin saya geregetan sama dua-duanya. Tapi memang highlight-nya sih Winklevoss Twins/Mark karena sebagian besar film ini berisi adegan waktu Mark diadili dan perang mulut sama itu dua bersaudara dan orang-orang hukum.

Music: 5

Ngga komen banyak karena menurut saya ga ada yang spesial atau berbekas dan biasa aja. BG-music-nya juga sama, ending theme pun juga begitu.

Final Score: 9

Sampai ngga tahu mau bilang apalagi, pokoknya this movie is totally awesome dan wajib ditonton. Ah btw, warning dikit kalau mau nonton karena ada beberapa adegan-adegan dewasa dan, yah, gitu deh.

Monday, May 30, 2011

Review: Glee Season 2

Yup, akhirnya tamat juga season 2-nya dan saya puas sama episode terakhir season ini. Sebenarnya sih sudah tamat dari lama, tapi baru dapat feel nge-reviewnya sekarang /diinjek. Anywho, langsung saja ke review-nya yuk, sekalian me-review season ini juga. As usual warning yang akan saya berikan adalah SPOILER ALERT buat yang belum nonton.


Intinya, mereka semua akhirnya pergi ke New York dan kalah. Ngga kalah juga sih, tapi mereka ngga masuk top 10, melainkan mereka meraih peringkat ke-12 dengan piala yang kecil. Tapi atleast hati mereka senang kan? Seperti kata Mr.Schue, maju bukan karena ingin menang tapi karena ingin melakukan yang terbaik dan itulah yang telah mereka lakukan di New York.

Sebelum nationals juga ada banyak kejadian, seperti Kurt dan Rachel yang sarapan di depan Tiffany & Co. dan setelah itu menyelinap ke Broadway dan nyanyi di panggung. Finn juga berniat untuk mendapatkan Rachel kembali yang berakhir sukses, tapi masalahnya cara ngedapetinnya itu yang agak swt menurut saya. Sudah hebat performance mereka ketika nationals, tiba-tiba Finn mencium Rachel di depan ribuan penonton dslfja;sdljfdl;k Quinn yang stress karena diputusin Finn dihibur oleh Santana dan Brittany and guess what--potong rambut! Jujur saya lebih suka rambut dia sekarang, lebih fresh kesannya.

Itu saja untuk episode terakhir, dan sekarang ke skor season 2! Btw ratingnya 1-10 lagi ya.

Plot: 7.5

Standar sih, kan intinya di season 2 ini mereka bener-bener fokus ke nationals. Kalau season lalu karena ada Quinn hamil jadi lebih menarik dan euh, beneran saya sempet salut banget sama dia tapi sejak season 2 jadi meh. Harus saya akui season 2 ini kebanyakan romance dan konflik berbau romance juga. Tapi yah, namanya juga anak SMA ;;

Character Development: 9.7

Sekilas info, yang bikin saya mau lanjut nonton Glee adalah karakter-nya. Awalnya saya ogah-ogahan kan mau nonton tapi begitu nonton 2 episode, beh, karakternya mendewa. Sifat-sifatnya tertonjol, interaksi antara mereka tuh aduh, bener-bener bisa bisa bikin ngakak/geregetan/ikut bersimpati. Terakhir nonton anime yang chara development gini... idek lmao ;;

Music: 9.3

Namanya bukan Glee kalau ngga ada musik. Mau di kamar, di mall, di toilet, nyanyi teruuus. Musiknya memang lebih bagus season 2 dari season 1 (dan akhirnya salah satu episode membuat saya mau dengerin lagu si Bieber karena ada cover Somebody to Love bffffft). Kenapa ngga 10? Karena memang beberapa lagu ada yang agak... yah gitu. Antara penyanyinya ngga cocok untuk lagu itu atau kebanyakan Rachel dan Blaine (Yes, ini salah satu alasan. Kadang mereka terlalu maruk di solo).

Final Score: 8.5

Not so bad lah, lebih bagus dari season 1 kok. Yang minus point adalah plot-nya, padahal dari segi yang lain menurut saya oke banget. Kalau mau drama penuh music yang penuh dengan romance yang sekaligus bikin ketawa, Glee adalah seri untuk kalian. Mulai dari season 1 dulu tapi ya, jangan kayak saya mulainya dari season 2 terus baru marathon season 1 lol.

Tuesday, May 17, 2011

Ketika Seorang Asa Galau—

—tentang hal yang kayaknya ngga begitu penting buat kalian.

Sebenarnya sih masih banyak waktu untuk mikirin ini, kurang lebih dua sampai tiga tahunlah, tapi tetep aja bingung dari sekarang. Bukan tentang cowo, saya ga dijodohin sama ortu kok. Bukan tentang mana baju yang harus saya pakai buat acara pernikahan saudara, dan bukan juga tentang laptop mana yang sebaiknya saya beli kalau udah punya duit nanti. Jawabannya, jurusan kuliah.

...

8|

Oke, memang masih lama, tapi bingungin juga. Saya masih 3 SMP sekarang, tapi berhubung bentar lagi udah mau ujian paket B berarti bentar lagi status saya jadi SMA 1. Udah gitu nanti kalau homeschooling, berarti saya hemat 1 tahun dan berarti saya udah bisa lulus bareng sama angkatan temen-temen saya yang sekarang udah SMA 1. Masalahnya adalah, nanti pas mau kuliah itu ngambil apa?

Kayaknya memang sudah rahasia umum kalau saya ini suka Egyptology sejak kecil. Egyptology dan arkeologi itu harap dibedakan, karena Egyptology itu memang bener-bener fokus ke Mesir kuno, sedangkan kalau arkeologi itu lebih general. Saya juga tertarik ke arkeologi yang lain sih, tapi passion (alah) saya tetap ke Mesir kuno. Nah, akhir-akhir ini saya juga menyadari bahwa sebenernya saya tuh doyan biologi tubuh manusia juga dari dulu, tapi baru kumat pas awal tahun sejak... sejak apa ya? Pokoknya kumat deh orz.

Dulu kalau ditanya, "Asa cita-citanya jadi apa?" sama orang-orang, antara jawab dokter atau guru. Guru lewatlah, saya ga bakat ngajar dengan bahasa belibet dan jalan pikiran loncat-loncat ini =)) Dokter... Oke dulu cuman bercanda, ga serius, tapi kenapa sekarang saya malah jadi pengen terjun ke dunia kedokteran? Arkeologi juga saya pengen, apalagi mengingat salah satu ambisi hidup saya juga berhubungan dengan itu. Makanya saya bingung mau ambil yang mana, secara kalau dua-duanya muncullah masalah waktu dan kapasitas otak 8|.

Kalaupun mau kedokteran, saya juga bingung mau mendalami bagian mana orz. Saya sih mikirnya antara cardiologi atau otak-syaraf, tapi dlfakjs;dlfjsd mau pilih arkeologi/kedokteran aja ga tau (yay). Kalo arkeologi saya oke aja kalau rupanya mesti ambil arkeologi yang general dulu baru ambil Egyptology-nya, tapi—

(yay)

Entahlah. Saya bingung. Advice, anyone? o3o

Thursday, April 28, 2011

Glee S2E17 - Born This Way

Episode dimulai dengan latihan dance yang rencananya untuk dipakai di nationals. Dengan hebatnya, Finn yang memang ngga jago nge-dance itu ngga sengaja memukul dan akhirnya mematahkan hidungnya Rachel. Merasa bersalah, Finn mengantar Rachel ke dokter dan malahan dokter itu nawarin si Rachel untuk nose-job. Awalnya Rachel ngga mau, tapi karena kata dokternya itu bisa membuat suara dia lebih bagus akhirnya Rachel setuju.

Di pertemuan Glee club, Rachel memberitahu teman-temannya dan juga Mr. Schue tentang operasinya. Tentu saja mereka tidak setuju, tapi Santana (seperti biasa) mulai ngebacot tentang ‘kalau kamu ga suka ya ubah aja, suka-suka kalian’. Kekurangan member-member yang lain pun ngga tanggung-tanggung dia komentarin, sampai akhirnya Mr. Schue konsultasi ke Emma dan membuat assignment bertema ‘acceptance’ untuk minggu ini.

"Jadian sama Karofsky = suruh minta maaf sama glee club + Kurt = jadi prom queen = pacaran sama Brittany = PROFIT!"
SantanaLogic memang misterius

Meanwhile, Santana yang terobsesi (?) untuk memiliki Brittany berniat jadi prom queen agar dia bisa bersamanya. Caranya? Rencana hebatnya adalah membuat Kurt kembali ke McKinley dengan cara ‘berpacaran’ dengan Karofsky. Yep, saya juga kaget kok dengan kegilaan dia.

Ngomong-ngomong prom night, rupanya Zises juga mengincar posisi prom queen itu lho. Rajanya tentu saja si Puck, dan dia pun juga terang-terangan menantang Quinn yang berambisi jadi prom queen juga (sampai selingkuh dan akhirnya balikan sama Finn ckck, kasihan Sam ya).

Jangan khawatir, Puck, perut saya juga jadi ngga enak kok ngeliat mereka kayak gitu

Belum cukup kaget, rupanya Santana serius tentang rencananya dengan Karofsky! Mereka berdiskusi dan akhirnya pacaran (sebenarnya sih si Karofsky diancem sama Santana lol) dan Santana juga membuat lelaki itu minta maaf ke Glee club dan juga ke Kurt. Hebatnya, rencana ini berhasil lho.

"KURT HUMMEL IS BACK BITCHES"

Teman-teman Kurt dari Warblers juga datang ke McKinley untuk bernyanyi demi Kurt. Duh, salam perpisahannya yang sedih, saya aja sampai mau nangis (apalagi pas yang pelukan sama Blaine lskdjfaslkd;j).

"I will never say good bye to you." ;LKSDAJFSLDK;J ;__;

Ingat Zises menantang Quinn tentang masalah prom queen? Rupanya dia juga menyelidiki beberapa hal tentang Quinn dan menemukan hal yang sangat mengejutkan. Ternyata Quinn yang kita lihat selama ini berbeda dengan dirinya beberapa tahun yang lalu.

Si pirang super cantik ini dulunya bernasib sama dengan anak-anak yang di-bully karena, well, kasarnya dia dulu jelek baget. Nama aslinya pun Lucy, dan sebenarnya Quinn itu nama tengahnya. Dengan diet, operasi hidung, dan ganti panggilan, jadilah putri yang kita tahu selama ini. Benar-benar ngga nyangka lho, saya kaget pas tahu 8|

Yup, inilah Quinn pas jaman dulu. Kaget? Saya juga, sampe nganga malah.

Zises pun juga memajang foto aib Quinn di depan umum, membuat Quinn marah sekaligus malu. Well, tapi akhir-akhirnya Zises minta maaf karena menyadari perbuatannya itu salah.

Kayaknya kalau misalnya kita di PIM atau GI terus pasang musik keras dan nari-nari begini bakal diusir satpam ya

Untuk meyakinkan Rachel agar tidak operasi hidung (yang akhirnya mau dibuat jadi mirip hidungnya Quinn, padahal hidung Quinn sendiri kan hasil operasi juga lmao), Puck membawa Rachel ke mall dimana Kurt dan kawan-kawan berusaha menyadarkan Rachel untuk tidak operasi karena itu berarti mengkhianati idolanya. Caranya ya, tentu saja dengan lagu. Namanya juga Glee kan, tiada hari tanpa lagu.

Rupanya begini nih cara bersihin kursi yang bener. Saya baru tahu :-?

Emma pergi ke psikiater karena masalah OCD-nya itu dan juga atas dorongan dari Mr. Schue. Dari 50 menit pertemuan, ia menghabiskan 48 menit membersihkan kursi yang mau ia duduki dan si psikiater itu langsung bilang kalau penyakit mental Emma ini memang sudah parah. Awalnya Emma tidak mau diobati, tapi akhirnya ia mengaku kalau itu mengganggu kehidupannya dan mulai minum obat atas saran si psikiater.

Baju simpel tapi performance mantap *u*

The moment you’ve been waiting for, assignment-nya! Para angggota Glee club memakai kaos putih bertuliskan sesuatu yang mereka tidak suka dari dirinya sendiri tapi sudah mereka akui dan terima sebagai bagian dari diri mereka. Kaosnya pun beragam dan saya suka punya Sam (tulisannya Trouty Mouth lolol tapi tentu saja saya ngga bakal pakai). Ending song episode ini adalah Born This Way oleh Lady Gaga and I must say performance mereka bagus sekali.


Thoughts:
Episode ini salah satu yang menurut saya moralnya kena banget, yaitu mencintai diri kita apa adanya. Mulai dari Rachel yang mau operasi hidung, masa lalu Quinn, dan apalagi kaos-kaos yang mereka pakai di lagu terakhir, episode yang memuaskan dan salah satu yang membuat saya kaget berkali-kali dalam jangka waktu 40 menit ini. Pokoknya yang paling hebat si Kurt balik juga ke McKinley. Kirain bakal di Dalton terus sampai akhir season 2 (atau seterusnya), tapi akhirnya balik juga ya.